Perang Survei Warnai Pilkada Surabaya

Amaluddin    •    07 Desember 2015 18:39 WIB
pilkada serentak
Perang Survei Warnai Pilkada Surabaya
Ilustrasi pilkada, Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Surabaya: Perang survei terlihat jelang pelaksanaan pilkada serentak. Tiga lembaga survei mulai sibuk mengukur elektabilitas dua pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Surabaya yang berpeluang memenangi Pilkada Surabaya, 9 Desember 2015 nanti.

Tiga lembaga survei itu yakni Surabaya Satu, Surabaya Consulting Grup (SCG) dan Indo Barometer. Ketiga surveyor ini saling klaim keabsahan hasil penelitiannya masing-masing di 31 kecamatan se-Kota Surabaya. 

Tim Survei Surabaya Satu, yang menggelar survei untuk pasangan Rasiyo-Lucy Kurniasari menempatkan pasangan urut satu ini, sebagai 'scudetto' di Pilwali Surabaya. Pasangan besutan Partai Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN) inipun siap menjadi kampiun di 'lapangan hijau' Pilkada serentak yang di Kota Pahlawan. 

Surabaya Satu menyebut, di hari coblosan tanggal 9 Desember 2015 nanti, Rasio-Lucy, berdasarkan hasil survei yang digelar Surabaya Satu pada pertengahan November lalu, meraup 61 persen suara dan pasangan incumbent Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana terperosok di angka 36 persen.

Koordinator Surabaya Satu, Hendy Kurniawan, mengatakan peluang Rasiyo-Lucy menjadi kampiun Pilwali Surabaya 2015 cukup besar. Sebab, dari 1000 responden di 31 kecamatan se-Surabaya, pasangan Rasiyo-Lucy unggul dari Risma-Whisnu. Obyek survei, mayoritas pemilih pemula di usia 20 hingga 30 tahun.

"Hasilnya, Rasiyo-Lucy unggul 61 persen, dan Risma-Whisnu hanya 36 persen. Tapi hasilnya bisa saja berbeda saat coblosan. Karena masih ada swing voters sekitar 10 persen. Untuk margin of error sekitar 3 persen," katanya.

Sementara di Posko Pemenangan Risma-Whisnu, di Jalan Kapuas, tim survei dari Surabaya Consulting Grup (SCG) dan Indo Barometer, saat menggelar konfrensi pers, justru sebaliknya. Dua lembaga survei ini menempatkan Risma-Whisnu sebagai juara. 

SCG menyebut pasangan patahana besutan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Risma-Whisnu unggul, yakni 94 persen dan Rasiyo-Lucy hanya 6 persen.

Hasil survei SCG ini berbeda tipis dengan hasil survei Indo Barometer. Meski sama-sama menempatkan Risma-Whisnu sebagai pemenang, lembaga survei dari Jakarta ini hanya mencatat kemenangan Risma-Whisnu 82,3 persen. Sedangkan Indo Barometer menyebut untuk Rasiyo-Lucy hanya 4,5 persen.Sementara 12,9 persen sisanya, calon pemilih belum memutuskan pilihannya. 

"Sehingga bisa dikatakan, potensi elektabilitas Risma-Whisnu berdasarkan Indo Barometer adalah 93,5 persen dan Rasiyo-Lucy, 6,5 persen," klaim Direktur Eksekutif SCG, Didik Parsetiyono, di Jalan Kapuas, Surabaya, Senin (7/12/2015)

Atas hasil ini, dua tim survei yang menempatkan Risma-Whisnu sebagai kampiun untuk kali kedua di Pilkada Surabaya ini, siap membuka survei dan mempersilahkan untuk audit metodologi. "Baik SCG maupun Indo Barometer Jakarta siap untuk audit metodologi," ungkapnya. 

Dikatakan pria yang akrab disapa Dikdong ini, hal itu (audit metodologi) untuk menjawab hasil survei berbeda yang dilakukan Surabaya Satu yang menempatkan Rasiyo-Lucy mengungguli Risma-Whisnu. 

"Mari kita uji reliabilitas dan validitas survei saat coblosan tanggal 9 Desember nanti. Kami yakin karena metodologi ilmiah yang dipakai sudah terukur dan patut, juga dilakukan oleh dua lembaga survei berbeda," paparnya. 

Menurut Dikdong, sangat bahaya bila ada lembaga survei yang meluncurkan hasil penelitian berdasarkan pesanan. Kondisi itu berpotensi merusak kredibilitas lembaga survei dan pimpinan lembaga survei tersebut. 

‎"SCG dan Indo Barometer siap untuk diaudit metodologinya dan mempertanggungjawabkan hasil surveinya," sambungnya. 

Terkait tingginya elektabilitas Risma-Whisnu, Dikdong menyebut ada beberapa faktor, yaitu tingginya kepuasan masyarakat atas kepemimpinan incumbent. Kemudian kepuasan masyarakat pada pembangunan infrastruktur jalan, taman, kesehatan dan sekolah.

"Persepsi kepuasan masyarakat atas kemajuan Kota Surabaya mencapai 96 persen. Hal inilah yang membuat Risma dan Whisnu begitu digdaya di Pilkada Surabaya tahun ini," pungkasnya.


(RRN)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

2 days Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /