Kurangi Kredit Macet, CIMB Niaga Jauhi Sektor Batu Bara

Dian Ihsan Siregar    •    07 Desember 2015 19:26 WIB
cimb niaga
Kurangi Kredit Macet, CIMB Niaga Jauhi Sektor Batu Bara
Batu Bara (ANT,Yusran Uccang).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) ‎mengurangi portofolio ke sektor tambang batu bara karena harga batu bara saat ini yang masih memburuk.

Direktur Strategi dan Keuangan CIMB Niaga, Wan Razly menjelaskan, CIMB Niaga sudah merealisasikan pengalihan  kredit macet sebesar USD200 juta kepada Special Purpose Vehicle (SPV) besutan dari sang induk.

"Kredit macet berasal dari batu bara. Kredit macet itu benar-benar macet. Makanya kami alihkan ke induk. Debiturnya sudah tidak bisa bayar lagi," ucap Wan, saat ditemui Public Expose perseroan di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Senin (7/12/2015).

Demi mengurangi kredit macet, diakuinya, Bank CIMB Niaga tidak akan terlalu condong ke ranah tambang batubara maupun industri penunjangnya.

Bahkan, porsi sektor tambang batu bara sudah menyusut porsinya ke tiga persen, dari porsi dua tahun lalu (2013) masih sekitar 10 persen dari total keseluruhan kredit perseroan.

‎Meski sudah tidak fokus ke batu bara, dia menekankan, perseroan akan mempertahankan kreditur perusahaan pemain besar batu bara. Untuk itu, dirinya akan lebih selektif dalam memilih kreditur.

"Kami akan pertahankan yang pemain besar (big player). Kami lebih selektif dalam memilih," ungkap dia.

‎Sementara itu, Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga D James Rompas menyebutkan, penurunan harga komoditas mempengaruhi kinerja penyaluran kredit di sektor tambang.

"Karena adanya kredit macet, sejak saat itu kami bentuk tim restrukturisasi dan penyehatan kredit. Kami juga lebih besar ke dana pencadangan. Kalau harga komoditas baik, maka akan cadangkan," tutup James.


(SAW)


Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?
Final Piala AFF 2018

Media Malaysia: Wartawan Vietnam Agen Mata-Mata?

15 hours Ago

Media Malaysia menurunkan tulisan tentang tingkah laku wartawan Vietnam selama Final Piala AFF …

BERITA LAINNYA
Video /