Ini Alasan Pemprov DKI Tolak Penawaran Metromini

Intan fauzi    •    08 Desember 2015 16:51 WIB
angkutan umum
Ini Alasan  Pemprov DKI Tolak Penawaran Metromini
Petugas memeriksa Metromini yang tidak layak (Foto: MI/Immanuel)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI menolak penawaran PT Metromini yang mengajukan angka Rp 10.350 untuk tarif rupiah per kilometer. Pemerintah DKI Jakarta tidak bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan yang masih sengketa.
 
"Rp 10.350 itu uang rakyat yang harus kita bayar ke Metromini. Kami harus bisa menjamin, bus yang ditawarkan seperti apa? Busnya bagus tidak? Kalau Rp 10.350 kita diberi bus rombeng, lebih baik beli bus baru," kata Kepala Dishubtrans DKI Andri Yansyah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/12/2015).
 
Andri lebih memilih membeli bus baru ketimbang kerja sama dengan Metromini dengan kondisi bus yang kurang memadai. Selain itu, ada ketentuan yang harus dipenuhi untuk mengikuti aturan rupiah per kilometer.
 
"Pertama, harus bus baru. Kedua, spesifikasi bus harus standar TransJakarta. Dilengkapi GPS, CCTV, dan AC. Kami tidak mungkin mengikuti bus yang beroperasi, harus ada GPS yang terintegrasi dengan sistem.  Dari sana akan dikethui berapa yang harus kita bayar, berapa daya jelajahnya," ujarnya.
 
Salah seorang yang mengklaim sebagai Dirut Metromini Novrialdi mengaku telah menyiapkan 200 unit bus baru. Namun Andri menolak mendiskusikan hal itu. Sebab, kepemimpinan Metromini masih sengketa. Ada Halomoan Panjaitan yang juga mengaku sebagai Dirut Metromini.

"Kepenguruan tidak jelas. Selesaikan dulu masalah internal. Setelah itu saya punya kepastian akan berkontrak sama siapa. Bukan dengan Panjaitan atau sama Novri," katanya.
(FZN)

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya
Jelang Tottenham vs Juventus

Jika Bobol Gawang Juventus, Llorente Enggan Merayakannya

6 hours Ago

Striker Tottenham Hotspur, Fernando Llorente, menegaskan tidak akan merayakan jika dia mencetak…

BERITA LAINNYA
Video /