Jaksa Agung: Setya Novanto Jangan Memungkiri Fakta

Desi Angriani    •    08 Desember 2015 17:02 WIB
pencatut nama presiden
Jaksa Agung: Setya Novanto Jangan Memungkiri Fakta
Setya Novanto. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto boleh saja membantah meminta saham. Namun, Kejaksaan Agung memperoleh fakta Novanto meminta saham PT Freeport Indonesia (PT FI) dengan menjual jabatan presiden dan wakil presiden.

Jaksa Agung H.M. Prasetyo menegaskan rekaman pembicaraan Novanto dan pengusaha M. Riza Chalid dengan Presiden PT FI Maroef Sjamsoeddin menjadi alat bukti untuk mengusut kasus ini.

"Itu barang bukti yang kami analisis. Kami melihat itu sebagai fakta dan barang bukti. Jangan pungkiri kenyataan," kata Prasetyo di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/12/2015).

Sementara Novanto meragukan keaslian rekaman pembicaraan yang diserahkan Maroef tersebut. Menurut Pras, itu hanya dalil Novanto di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan.

Menurutnya, isi rekaman tersebut memiliki pijakan yang kuat. Dalam transkrip terbuka sudah jelas Novanto`menjual` jabatan presiden dan wapres untuk meminta 20 persen saham PT FI.

Kejaksaan Agung semakin yakin karena memperoleh rekaman pembicaraan tersebut langsung dari telepon genggam Maroef. "Dalam penyelidikan dan penyidikan kami bergerak di atas fakta dan bukti, bukan opini," ujar dia.

Pemeriksaan untuk memastikan keaslian rekaman pembicaraan itu melibatkan ahli IT Institut Teknologi Bandung. "Mereka sudah sanggup membantu kami," ujar Pras.

Novanto membantah segala tudingan dalam sidang tertutup di Mahkamah Kehormatan Dewan. Ia berharap Mahkamah membebaskan dirinya dari segala hukuman. Kasus ini sampai di meja MKD karena dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said.


(TRK)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /