Bank Dunia Sebut Angka Ketimpangan Indonesia Capai Tingkat Tertinggi

Suci Sedya Utami    •    08 Desember 2015 18:10 WIB
bank dunia
Bank Dunia Sebut Angka Ketimpangan Indonesia Capai Tingkat Tertinggi
Bank Dunia -- FOTO: Cairo Post

Metrotnews.com, Jakarta: Bank Dunia dalam laporannya yang bertajuk 'Ketimpangan yang Semakin Lebar' mengungkapkan bahwa angka ketimpangan antara yang kaya dan yang miskin atau rasio kesenjangan sosial (gini ratio) Indonesia dipredikasi semakin melebar ke arah 0,42 pada 2015 ini. 

Tidak hanya itu, dalam laporan tersebut disebutkan pula angka ketimpangan di Indonesia kini telah mencapai tingkat tertinggi. Pada 2002, sebanyak 10 persen warga terkaya Indonesia tingkat konsumsinya sama banyaknya dengan total konsumsi 42 persen warga termiskin.

"Angka ini tertinggi yang pernah tercatat sepanjang sejarah," kata Direktur Bank Dunia untuk Indonesia Rodrihgo Chaves, dalam laporan bertajuk 'Ketimpangan yang Semakin Lebar', Selasa (8/12/2015).

Chaves menjelaskan pertumbuhan selama satu dasawarsa terakhir hanya menguntungkan sebanyak 20 persen warga terkaya, sementara 80 persen populasi sisanya dari sekitar 205 juta orang berada dalam lingkaran kemiskinan.

Selama krisis keuangan Asia di periode 1997-1998, saat angka kemiskinan naik tajam, rasio gini ikut turun. Seluruh orang terkena dampak krisis, namun paling keras menghantam segmen masyarakat terkaya. Ketimpangan antara orang kaya dan miskin‎ meningkat dari 0,30 (2000) menjadi 0,41 (2014) dan melebar di tahun ini menjadi 0,42.  

Tingkat ketimpangan Indonesia menjadi tinggi dan naik lebih cepat daripada sebagian besar negara tetangga di Asia Timur. Setelah pulih dari krisis keuangan Asia, PDB riil per kapita Indonesia tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun antara periode 2000-2014. 

Pertumbuhan tersebut membantu banyak orang keluar dari kemiskinan. Angka kemiskinan disebutkan dari laporan Bank Dunia berkurang dari separuhnya dari 24 persen saat krisis menjadi 11 persen pada 2014. Pertumbuhan ekonomi pun membantu menciptakan kelas menengah yang lebih kuat dari yang pernah ada sebelumnya. 

Saat ini terdapat 45 juta orang atau 18 persen orang terkaya dari seluruh masyarakat Indonesia yang mapan secara ekonomi dan menikmati kualitas hidup lebih tinggi. Mereka adalah segmen popularitas yang berkembang paling pesat, dengan peningkatan 10 persen per tahun sejak 2002. 

Chaves mengungkapkan antara 2003-2010 tingkat konsumsi per orang untuk 10 persen per tahun setelah memperhitungkan inflasi kenaikannya kurang dari dua persen per tahun untuk 40 persen warga termiskin.  

"Ini berpengaruh pada perlambatan laju pengentasan kemiskinan dengan jumlah orang miskin turun hanya dua persen per tahun sejak 2002 dan nyaris tidak ada penurunan pada jumlah orang yang rentan miskin," jelas dia.


(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /