Hari Ini, Pilkada Serentak 2015 Digelar

Achmad Zulfikar Fazli    •    09 Desember 2015 05:49 WIB
pilkada serentak
Hari Ini, Pilkada Serentak 2015 Digelar
Ilustrasi pilkada.

Metrotvnews.com, Jakarta: Hari ini, Indonesia akan menyelenggarakan hajatan besar-besaran berupa pesta demokrasi Pilkada serentak. Hajatan politik ini tercatat menjadi Pilkada terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Pemungutan suara akan berlangsung sejak pukul 07.00 waktu setempat hingga pukul 13.00 waktu setempat. 

Tercatat Pilkada ini dilakukan secara serentak di 8 provinisi, 224 kabupaten dan 36 kota di Indonesia. Pemilihan ini akan diikuti sebanyak 1658 pasangan calon kepala daerah. Pemilih yang tercatat sebanyak 100.186.754 orang. 

Berbagai masalah sempat dihadapi penyelenggara pemilu dalam menyelenggarakan pesta demokrasi ini. Mulai dari masalah dualisme kepengurusan partai politik, hingga sengketa yang diajukan pasangan calon.

Namun pelaksanaan Pilkada serentak tetap berjalan sesuai dengan jadwal yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah, yakni 9 Desember 2015.

"Kami siap menyelenggarakan Pilkada serentak, 9 Desember kali ini," kata Komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa 1 Desember 2015.

Pelaksanaan Pilkada serentak yang berlangsung pertama kali ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Pasalnya, keberhasilan ini akan menentukan nasib perhelatan Pilkada serentak di tahun-tahun mendatang.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) Jimly Asshiddiqie berharap publik menggunakan hak pilih. Partisipasi rakyat, kata dia, bisa membawa perubahan di daerah. "Pendek kata, semua harus berusaha mencari tahu mana yang terbaik untuk dipilih," tutur Jimly.

Serentak untuk Berhemat

Keputusan pemerintah dan DPR menyelenggarakan Pilkada serentak agar dapat lebih menekan anggaran pelaksanaan Pilkada. Namun, nyatanya pelaksanaan Pilkada serentak malah lebih boros ketimbang Pilkada tak serentak. 

Dalam Pilkada serentak pemerintah harus mengucurkan anggaran sebesar Rp5,458 triliun dari total yang diajukam Rp6,686 triliun. Sementara itu, jika Pilkada dilakukan tak serentak diperkirakan anggaran yang dikeluarkan negara hanya sebesar Rp4,745 triliun.

Terkait pengamanan, sekitar ratusan ribu personel dari Polri dan TNI dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak 2015 ini. Bahkan, Polri telah mempertebal pengamanan di daerah yang dianggap rawan konflik dengan menerjunkan 2500 personel.

"Beberapa daerah yang dianggap rawan sudah dilakukan penebalan, di antaranya Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTB, Sulteng, Kalteng, Sumut, Jatim, Jambi. Semua sudah ada penebalan dari mabes polri sebanyak 2500 untuk back up derah yang rawan. Semoga dengan kesiapan penyelenggara dan polisi TNI bisa berjalan dengan aman," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Istana Bogor, Bogor, Selasa 8 Desember 2015.


(AZF)


Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid
Lionel Messi

Messi Bicara Final Liga Champions dan Kepergian Zidane dari Madrid

1 week Ago

Kapten timnas Argentina itu tak memedulikan berapa pun hasil yang diraih Madrid dalam menghadap…

BERITA LAINNYA
Video /