Batal Jadi Narasumber, Ahok Tetap Mendapat Penghargaan Gratifikasi

Intan fauzi    •    09 Desember 2015 07:29 WIB
Batal Jadi Narasumber, Ahok Tetap Mendapat Penghargaan Gratifikasi
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Foto: MI/Ramdani.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama batal diundang untuk menjadi narasumber dalam acara peringatan Hari Antikorupsi yang diselenggarakan di Bandung pada 10-11 Desember 2015. Namun, pria yang akrab disapa Ahok ini tetap diundang sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk mendapatkan penghargaan terkait gratifikasi dari KPK.

"Ahok tetap diundang sebagai kapasitas Gubernur yang rencananya akan menerima penghargaan terkait gratifikasi," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Selasa (8/12/2015) malam.

Indriyanto menjelaskan, KPK hanya membatalkan Ahok sebagai narasumber di salah satu rangkaian acara dalam festival. "Karena beliau sudah mewakili Pemprov DKI sebagai penerima penghargaan tersebut,” ujar dia.

(Baca: Ahok Batal Jadi Narasumber Hari Antikorupsi di Bandung)

Beredar surat pembatalan undangan untuk Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai narasumber melalui email. Berdasarkan data yang dihimpun Metrotvnews.com, email tersebut dikirim oleh KPK pukul 10.48 WIB pada 8 Desember. Email itu menggunakan subjek 'Pembatalan Permohonan Narasumber Forum Dialog Nasional Manajemen Pengendalian Gratifikasi'.

Surat yang ditujukan kepada Ahok itu menjelaskan adanya perubahan acara sehingga permohonan untuk menjadi narasumber dibatalkan. Tidak disebutkan arahan tersebut diberikan dari pimpinan KPK yang mana.

"Menindaklanjuti surat permohonan narasumber yang ditunjukan kepada Gubernur DKI Jakarta No. B.11059 (terlampir), dikarenakan kami mendapatkan arahan dari Pimpinan KPK terkait perubahan acara pada sesi Forum Dialog Manajemen Pengendalian Gratifikasi, dengan ini kami bermaksud "membatalkan" permohonan dimaksud," tulis panitia penyelenggara dalam surat itu.

Di akhir surat, KPK menyampaikan permohonan maafnya atas pembatalan itu. Surat ditulis atas nama panitia penyelenggara.

"Mohon maaf atas pembatalan sesi Gubernur DKI Jakarta," lanjut tulisan surat itu.

Sebelumnya, Ahok mengakui KPK telah membatalkan undangan untuknya ke Festival Antikorupsi di Bandung, Jawa Barat. Ahok tidak mengetahui alasan pasti mengapa undangan terhadap dirinya itu dibatalkan.

"Sudah dibatalkan. Saya tidak tahu, tiba-tiba mereka email ke saya bilang acara untuk memperingati hari antikorupsi dunia dibatalkan oleh permintaan pimpinan KPK," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa sore.

Ahok menyesalkan pembatalan yang dilakukan KPK. "Pimpinan KPK yang mana yang batalkan aku juga tidak tahu. Suratnya juga tidak resmi, hanya lewat email. Ya sudahlah, kalau batal diundang," ujar dia.

Pembatalan undangan dicurigai terkait keterlibatan Ahok dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras yang saat ini sedang diproses KPK. Ahok menuding KPK ingin mengkriminalisasi dirinya. "Mungkin Sumber Waras, mau kriminalisasi Ahok kali. Oknumnya aku tidak tahu," imbuh dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai, KPK tak tahu malu jika ingin mengkriminalisasinya. Sebab, Ahok pernah mendapat penghargaan sebagai penggiat antikorupsi.

"Mau kriminal Ahok malu dong, Ahok sudah tercatat. Pak Ruki (Taufiequrachman Ruki, Ketua KPK) yang kasih penghargaan tiga mitra award antikorupsi di Tugu Proklamasi waktu memperingati hari antikorupsi dunia 2006 akhir," ujar dia.
(AZF)


Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate
Timnas Inggris

Adam Lallana tak Dendam kepada Southgate

2 weeks Ago

Adam Lallana merasa Gareth Southgate sudah melakukan keputusan tepat dengan tidak memanggilnya …

BERITA LAINNYA
Video /