KLHK Mengubah Paradigma Limbah B3

Pelangi Karismakristi    •    09 Desember 2015 12:45 WIB
lingkungan hidup
 KLHK Mengubah Paradigma Limbah B3

Metrotvnews.com, Jakarta: Limbah industri bahan berbahaya dan beracun (B3) sering menjadi polemik di masyarakat karena keberadaannya bisa mencemari lingkungan. Namun, limbah B3 ternyata bisa disulap menjadi sumber daya baru.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) saat ini tengah berupaya mengubah pola pikir (mindset) masyarakat terkait limbah B3. Paradigma baru dalam pengolahan limbah adalah dengan cara reuse, reduce dan recycle (3R).

Menurut Direktur Verifikasi Pengelolaan Limbah B3 dan Non B3 KLHK Sayid Muhadhar, KLHK telah membuat beberapa standar yang aman terhadap lingkungan dan kesehatan. KLHK juga mendorong semua industri lebih mengutamakan pengelolaan limbah dengan 3R, jika industri tidak bisa melaksanakannya dengan alasan teknologi dan ekonomis, maka diperbolehkan untuk memusnahkan limbahnya.

Sudah ada beberapa perusahaan besar pengelola limbah B3, diantaranya PT Wirasta Gemilang Indonesia (WGI) yang me-recycle oli menjadi best oil dan PT Putra Restu Ibu Abadi dengan olahan sludge papernya.

"Walaupun masih kecil, tapi bagi kami yang penting memenuhi standar yang sudah ditetapkan. Sebenarnya tidak hanya dua jenis limbah itu saja, masih banyak lainnya yang bisa diolah," jelas Sayid Muhadhar saat talkshow Wideshot di Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (8/12/2015).

Perusahaan yang akan mendirikan pusat pengelolaan limbah, jelas Sayid, syaratnya hanya mempertimbangkan yang berhubungan dengan lingkungan. Sehingga setiap pengelola limbah harus punya dokumen lingkungan, yakni AMDAL (atau UKL-UPL, untuk perusahaan tidak wajib AMDAl .red).

"Itu wajib. Perusahaan harus jelas juga memakai teknologi apa. Ketiga memenuhi standar, jangan sampai perusahaan limbah, tapi karena tidak memenuhi standar, ini jadi limbah berbahaya. Kalau yang ini bisa dipenuhi, saya pikir sudah bisa dikeluarkan izin," tegasnya.

Selama ini tim pembinaan KLHK terus melakukan sosialisasi pada banyak perusahaan tentang pemanfaatan kembali limbah B3 sekaligus untuk merubah paradigmanya menjadi barang yang bernilai ekonomis. Jika dalam pembinaan terdapat hal yang menyimpang, tim pembinaan akan mendorong melakukan sesuai standar.

"Tapi kalau tidak juga dilakukan, baru nanti akan ada pengawasan dan penegakan hukum," tutup Sayid.


(NIN)


Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl
Uji Coba Timnas Indonesia vs Hong Kong

Andik Ungkap Perbedaan Timnas Sekarang dan Era Riedl

5 days Ago

Terakhir, Andik tampil saat Timnas Indonesia melakoni uji coba melawan Islandia pada 14 Januari…

BERITA LAINNYA
Video /