Target Pendapatan Parkir DKI Jakarta Rendah

LB Ciputri Hutabarat    •    10 Desember 2015 14:39 WIB
parkir elektronik
Target Pendapatan Parkir DKI Jakarta Rendah
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok--antara/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menilai target pendapatan dari pos parkir DKI sejumlah Rp475 juta masih rendah. Ahok menyebut harusnya DKI dapat mencapi angka lebih tinggi.

"Dia (parkir) targetnya terlalu rendah. Harusnya lebih tinggi dari itu," kata pria yang akrab disapa Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Mantan bupati Belitung Timur, ini mecontohkan, Jalan Sabang sebelum dipasang parkir meter mampu meraup uang parkir sebesar Rp500 ribu dalam satu malam. Angka ini bertambah ketika DKI memasang parkir elektronik dengan sistem jam.

"Sekarang di atas Rp12 juta. Jadi kamu hitung saja target parkir kita bisa Rp1 triliun parkir," jelas Ahok.

Untuk itu, Ahok mengaku bakal menambah parkir elektronik. Parkir ini akan diletakkan di sejumlah titik di Ibu Kota. "Makanya kita tahun depan akan lelang. Kita minta produsen parkir elektronik ini buat tambah dan kita akan taruh di seluruh jalan," tegas Ahok.

Uji coba parkir meter sudah diterapkan di 3 lokasi. Yakni, di kawasan Kelapa Gading (Jakarta Utara), Jalan Fatahilah (Jakarta Barat) dan Jalan Sabang (Jakarta Pusat). Untuk tahap awal, parkir meter akan dipasang di 19 lokasi, dengan 300 unit mesin TPE. Pihaknya akan kerja sama dengan pihak swasta untuk pengadaan mesin, sedangkan lahan dari Pemprov DKI.
 
Berdasarkan data Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, ada 378 lokasi lahan parkir yang akan dipasang TPE. Penerapan parkir meter ini mengacu pada Pergub Nomor 64 Tahun 2011 tentang Titik Parkir On Stret.
 
Kawasan parkir meter akan dilengkapi dengan circuit close television (CCTV). Sehingga jika petugas parkir masih meminta uang parkir akan dikenakan sanksi tegas. Mulai dari teguran lisan, tertulis hingga pemutusan hubungan kerja.

Pemprov DKI mendapatkan retribusi penderekan parkir liar mencapai Rp4,35 miliar. Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta telah menindak sebanyak 8.418 kendaraan roda empat sepanjang 2015.

"Dengan jumlah retribusi penderekan dan penyimpanan kendaraan karena pelanggaran parkir yang didapat sebesar Rp4,35 miliar," kata Kadishubtrans DKI,  Yansyah, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa 8 Desember.

Dishubtrans DKI menargetkan pendapatan daerah dari retribusi penderekan dan penyimpangan kendaraan karena pelanggaran parkir di 2016 mencapai Rp25 miliar.

"Sampai saat ini 14 (mobil derek), (retribusi) parkir sekitar Rp4,8 miliar nanti kalau seumpama kita mainkan 47 itu kita targetkan satu tahun itu Rp20 miliar-Rp25 miliar," ujarnya.


(YDH)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

2 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /