Novanto Laporkan SS ke Bareskrim, Ruhut: Seperti Film Rambo

Githa Farahdina    •    10 Desember 2015 15:13 WIB
pencatut nama presiden
Novanto Laporkan SS ke Bareskrim, Ruhut: Seperti Film Rambo
Politikus Demokrat Ruhut Sitompul,--Foto: Dok/Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto melaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Bareskrim Polri terkait kasus tudingan pencatutan nama Presiden soal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. Sudirman dituding mencemarkan nama baik Novanto.

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul mendukung langkah Setya Novanto tersebut. Sebab laporan Novanto akan membuat kasus ini semakin dalam. Ruhut menilai langkah ini sengaja dilakukan kubu Novanto agar kasusnya semakin panjang.

"Sebenarnya kan dari awal memang para pengacaranya mengajarkan dia seperti film Rambo, jilid I, jilid II, jilid III. Itu kan uang semua," kata Ruhut ketika dihubungi, Kamis (10/12/2015).

Menurut Ruhut, kasus ini menjadi semakin aneh. Novanto menggunakan kekuasaan uang dalam kasus ini. Sayangnya, Ruhut tak menjelaskan apa hubungan kekuasaan uang dengan laporan Novanto ke Bareskrim.

"Itu kan uang setan dimakan hantu," tambah dia.

Keanehan lain yang ditangkap pria yang akrab disapa Poltak ini, Novanto tak datang langsung ke Bareskrim. Sebab, ini merupakan kasus pidana.

"Tapi enggak apa lah, biar uang setan dimakan hantu," kata dia.

Seperti diketahui, Ketua DPR Setya Novanto melalui pengacaranya, Firman Wijaya, melaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mabes Polri. Menurut Firman, laporan itu didasarkan oleh sakit hati kliennya terhadap Sudirman.

Novanto melaporkan Sudirman lantaran merasa difitnah. Sudirman dianggap sudah mencemarkan nama baik Novanto.

"Sudah terlanjur sakit hati! Ini perlu langkah serius, maka itu kita lengkapi laporan tuduhan. Sudah menyerang nama baik Novanto, harus ditindak serius," kata Firman usai melengkapi laporan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 9 Desember 2015.

Laporan dimasukkan juga untuk menjawab pertanyaan publik. Novanto ingin membuktikan tuduhan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia, sama sekali tidak benar.

Novanto dan tim hukumnya sudah menyiapkan berbagai bukti. Di antaranya pernyataan Sudirman yang mengadu ke Mahkamah Kehormatan Dewan. Aduan itu dianggap sebagai tuduhan. Novanto menyesalkan tindakan Sudirman yang sudah terlalu jauh. "(Melapor) ini bentuk pembelaan Setnov," tambah Firman.


(MBM)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

3 days Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /