Bangun TOD Dukuh Atas, DKI Butuh Rp500 Miliar

Intan fauzi    •    10 Desember 2015 16:50 WIB
mrt
Bangun TOD Dukuh Atas, DKI Butuh Rp500 Miliar
Penumpang menunggu krl di Stasiun Dukuh Atas (Foto: MI/Panca)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membutuhkan anggaran Rp500 miliar untuk membangun sistem integrasi angkutan umum atau Transit Oriented Development (TOD) di Dukuh Atas. Pemerintah akan mendapat pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA) sebesar 75 miliar Yen.
 
Kepala Sub Bidang Perhubungan dan Transportasi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Yudi Douglas mengatakan, anggaran pembangunan TOD Dukuh Atas akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2016. Tapi itu hanya untuk tahap Detail Engineering Design (DED).
 
"Kalau memungkinkan ke APBD Perubahan 2016, kalau tidak (APBD) 2017 untuk Engineering Services," kata Yudi di Kantor Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).
 
Pemerintah akan menerapkan sistem public-private partnership (PPP) dimana ada sharing pendanaan dari pemerintah dan swasta. Berdasarkan Loan Agreement IP no. 571, pemerintah mendapatkan pinjaman dari JICA sebesar 75 miliar yen.
 
Berdasarkan perhitungan JICA, pembangunan TOD Dukuh Atas diestimasikan membutuhkan dana Rp500 miliar. Pemerintah DKI bertugas membangun infrastruktur dasar, sedangkan pembangunan gedung diserahkan ke swasta.
 
Yudi menjelaskan, swasta enggan berinvestasi dalam proses pembangunan infrastruktur dasar. Sebab, prosesnya rumit dan lama. "Karena butuh dana besar dan waktu tidak terukur, mereka tak mau berinvestasi. Uang terbenam terlalu lama," ujarnya.
 
Yudi memastikan, jika ada kekurangan anggaran, Pemprov DKI akan meminta bantuan Pemerintah Pusat. "DKI Ibu Kota negara, boleh dong minta dukungan pemerintah pusat," katanya.
 
TOD Stasiun Dukuh Atas menjadi salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal seperti TransJakarta, Commuterline, Mass Rapid Transit (MRT), Kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki dan sepeda.
 
Diharapkan, perjalanan masyarakat akan didominasi menggunakan angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan. TOD Dukuh Atas menjadi tempat perhentian angkutan umum dengan kepadatan tinggi.
 
Pengembangan TOD menjadi tren di kota besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, serta beberapa kota di Amerika dan Eropa.


(FZN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

14 hours Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /