Pemerintah Diminta Hati-Hati Bangun TOD Dukuh Atas

Intan fauzi    •    10 Desember 2015 17:37 WIB
mrt
Pemerintah Diminta Hati-Hati Bangun TOD Dukuh Atas
MRT Jakarta akan dirancang menghubungkan Lebak Bulus - Dukuh Atas. (MI/Usman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta hati-hati membangun sistem integrasi angkutan umum atau Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Dukuh Atas. Sebab, wilayah itu masuk area konservasi cagar budaya.
 
"Sekitar Dukuh Atas berada dalam area konservasi cagar budaya. Pemerintah harus hati-hati," kata Kepala Sub Bidang Transportasi dan Perhubungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Yudi Douglas di Kantor Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Jalan Suryopranoto, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).
 
Yudi mengakui pemerintah membutuhkan lahan yang luas untuk membangun TOD di Dukuh Atas. Pihaknya akan melakukan sejumlah cara untuk pengembangan TOD. "Kami akui lahan Dukuh Atas sangat minim. Perlu ada pengalihan arus lalu lintas dan perluasan lahan. Sementara di wilayah itu banyak bamgunan cagar budaya," ujarnya.
 
Yudi menegaskan, pengembangan TOD jangan sampai merusak bangunan-bangunan di sekitarnya. Apalagi TOD akan dilalui berbagai jenis moda transportasi. " TOD harus dibangun senyaman mungkin. Perlu disediakan fasilitas, tempat menunggu TransJakarta, taksi, bagaimana beralih dari satu kereta ke kereta lainnya," ujarnya.
 
Menurutnya, perlu masukan dari berbagai pihak untuk mengatur area Dukuh Atas sebelum dilakukan pembangunan TOD. "Pada fase konstruksi akan mengganggu kondisi sekitar. Paling penting adalah rekayasa lalu lintas. Perlu masukan sehingga pelaksanaan tidak terlampau jauh meleset," kata Yudi.

TOD Stasiun Dukuh Atas menjadi salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalkan penggunaan angkutan massal seperti TransJakarta, Commuterline, Mass Rapid Transit (MRT), Kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki dan sepeda.
 
Diharapkan, perjalanan masyarakat akan didominasi menggunakan angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan. TOD Dukuh Atas menjadi tempat perhentian angkutan umum dengan kepadatan tinggi.
 
Pengembangan TOD menjadi tren di kota besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, serta beberapa kota di Amerika dan Eropa.
(FZN)

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16
Timnas U-16

Rekam Jejak Indonesia di Piala Asia U-16

1 day Ago

Terhitung dari 17 kali penyelenggaraan yang sudah berlangsung. Indonesia hanya mampu lolos ke p…

BERITA LAINNYA
Video /