Pemerintah Buka Kemungkinan Impor Beras Pakistan

Suci Sedya Utami    •    10 Desember 2015 17:46 WIB
impor beras
Pemerintah Buka Kemungkinan Impor Beras Pakistan
Ilustrasi impor beras (FOTO ANTARA/izaac mulyawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah kembali membuka peluang bagi negara rekanan suplai beras impor. Setelah Vietnam dan Thailand, Indonesia sekarang memberi giliran bagi Pakistan untuk diajak kerja sama. Hal itu ditandai dengan adanya nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan RI dengan Kementerian Perdagangan Pakistan, yang dilakukan Selasa lalu.

Menurut Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, MoU itu merupakan dasar atau jaga-jaga apabila nantinya Indonesia membutuhkan tambahan beras dari negara lain jika persediaan di dalam negeri tidak mencukupi

"Berarti itu baru persiapan. Jadi kalau ada MoU, ketika sewaktu-waktu butuh, tinggal melakukan pembelian government to government (G to G) (bukan melalui mekanisme bisnis pasar)," kata Djarot, ditemui usai rapat koordinasi, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/12/2015).

Meski sudah ada MoU itu, namun Djarot mengaku belum ditugaskan untuk mengirimkan tim ke sana dalam rangka memeriksa dan mencari tahu beras Pakistan. "Belum ada perintah," singkat dia.

Sementara itu, kuota impor beras yang sebelumnya sudah dibuka sebesar 1,5 juta ton, realiasasinya saat ini baru sekitar 350 ribu ton yang masuk ke Indonesia. Dan diharapkan bisa mencapai 700 ribu ton hingga akhir 2015. Sisanya, 800 ribu ton akan masuk secara bertahap hingga Maret 2016.

"Inginnya kalau semua tidak ada kurang bisa total 700 ribu ton. Mungkin terkendala cuaca di sana, tapi kalau di sini pelabuhan kita sudah bagus, siap nampung," tutur Djarot.

Lebih jauh mengenai harga, Djarot menjelaskan, belum ditetapkan dan akan diserahkan ke departemen teknis. Pasalnya, Bulog hanya sebagai gudang menyimpan saja. "Mereka kan yang menghitung harga pokoknya mungkin dibantu BPS, marjinya berapa sehingga terbentuk harga dasar. Nanti juga dihitung tingkat inflasi, sehingga ada selling price-nya," pungkas dia.



(ABD)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

31 minutes Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /