Pertamina Harus Lepaskan Diri dari Pemburu Rente

Arif Wicaksono    •    10 Desember 2015 18:45 WIB
pertamina
Pertamina Harus Lepaskan Diri dari Pemburu Rente
Pertamina (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay).

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) sudah berjalan selama  58 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Pertamina harus bertarung dalam naik turunnya produksi minyak.

Ditambah lagi pusaran politik yang bergejolak dapat menjadi batu besar yang menghujam dan menghambat majunya Pertamina sehingga bisa terlambat menjadi perusahaan kelas dunia dibidang energi.

Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia Ferdinand Hutahaean menuturkan, 58 tahun menjadi momentum dan kesempatan yang tepat untuk lepas dari segala kepentingan politik baik itu kepentingan politik pemerintah maupun kepentingan politik partai yang duduk menjadi wakil rakyat di lembaga legistalif DPR. 

"Keterlambatan Pertamina menjadi perusahaan terkemuka di dunia dibidang energi adalah terutama karena faktor politik. Pemerintah memperalat Pertamina untuk tujuan politik kekuasaan dan rente serta DPR memperalat Pertamina untuk mengeruk rente melalui hak pengawasan. Inilah masalah utama dari Pertamina selain inefisiensi yang harus terus digalakkan," kata dia dalam keterangannya kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis (10/12/2015).

Dia mengatakan, harus ada niat jernih dari pemimpin negara ini untuk melepaskan Pertamina dari segala kepentingan politik dan rente. Ekselutif harus rela melepas segala kepentingan dari Pertamina, begitu juga legislatif harus iklas melepas kepentingannya dari bisnis Pertamina. 

Eksekutif lebih baik menambah jumlah komisaris dari kelompok independent untuk mengawasi Pertamina dan legislatif melepaskan hak pengawasannya terhadap Pertamina dan seluruh BUMN. 

Menurut dia, DPR cukup memanggil Kementerian BUMN untuk melakukan fungsi pengawasannya dan tidak lagi langsung memanggil BUMN seperti Pertamina, supaya Pertamina bisa bekerja profesional dan tidak terhambat oleh kepentingan rente oknum oknum yang memamfaatkan posisinya. Ini sangat penting demi kebesaran Pertamina agar mampu membawa Indonesia berdaulat dibidang energi.

Selain kepentingan politik, Pertamina tentu harus juga melakukan efisiensi disegala lini, meningkatkan profesionalitas dan mengedepankan transparansi dalam berbisnis, serta terus mengembangkan bisnis lain dibidang energi terutama energi baru. Tanpa itu semua, Pertamina tidak akan mampu membawa Indonesia berdaulat.


(SAW)

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool
Bursa Transfer Pemain

Juventus Menyerah Kejar Gelandang Liverpool

1 day Ago

Juventus akhirnya menyatakan menyerah mengejar gelandang Liverpool Emre Can.…

BERITA LAINNYA
Video /