Gestur Orang Bersalah tak Berani Terbuka

Meilikhah    •    11 Desember 2015 07:32 WIB
pencatut nama presiden
<i>Gestur Orang Bersalah tak Berani Terbuka</i>
Pakar hukum tata negara, Refly Harun. (Foto: MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) terlalu bertele-tele dan berlebihan dalam mengusut pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto. Padahal, yang diusut MKD bukanlah perkara pidana.

"Mereka lupa bahwa yang diproses itu pelanggaran etik saja, tak serumit dengan perkara pidana. MKD terlalu bertele-tele dan berlebihan, mau cek forensik lah, konfirmasi ke kepolisian, padahal data tidak ada yang dibantah," kata Refly dalam dialog Bincang Pagi Metro TV, Jumat (11/12/2015).

Menurut Refly, akan berbeda jika Setya Novanto membantah isi rekaman yang dilakukan Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin untuk menjelaskan ketidakterlibatan dia dalam perkara 'Papa Minta Saham'. Nyatanya, Novanto bahkan tak membantah dan justru mempersoalkan keterangan Sudirman Said dan Maroef serta keabsahan rekaman dan barang bukti.

"Yang dibantah kesaksian Maroef dan Sudirman Said yang tidak ada dalam rekaman. Kalau memang itu tidak terjadi, tinggal dikroscek lewat sidang terbuka," kata Refly.

Ditambahkan dia, jika memang Novanto tak bersalah atau tak ikut-ikutan dalam perkara 'Papa Minta Saham' seharusnya politikus Partai Golkar itu mau terbuka dengan membiarkan publik tahu dan menyaksikan proses kesaksian dirinya saat dimintai keterangan oleh MKD. Namun, Novanto justru menunjukan hal sebaliknya.

"Sidang terbuka bisa melihat gestur orang. Makin bersalah dia makin tak berani terbuka. Kalau tidak bersalah mestinya santai dan bisa merunut kejadian dengan gampang, kalau salah tentu akan inkonsisten, berbohong yang berkelanjutan dan saya melihat MKD tak kekurangan bukti untuk itu," jelasnya.



(MEL)


Vietnam Juara Piala AFF 2018

Vietnam Juara Piala AFF 2018

1 day Ago

Vietnam sukses menekuk Malaysia 1-0 di lek kedua Final Piala AFF 2018. Hasil ini memastikan Vie…

BERITA LAINNYA
Video /