Menhan AS Enggan Komentari Larangan Trump untuk Tidak Terima Muslim

Fajar Nugraha    •    11 Desember 2015 08:42 WIB
donald trump
Menhan AS Enggan Komentari Larangan Trump untuk Tidak Terima Muslim
Donald Trump larang Muslim masuk AS (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Mumbai: Menhan Amerika Serikat (AS) dan Menhan India tolak komentari larangan Donald Trump agar Muslim masuk ke AS.

Menhan AS Ash Carter dan Menhan India Manohar Parrikar mengatakan bahwa perang anti ISIS ditujukan pada ekstremis bukan orang-orang yang beragama Islam.

"Perang melawan kelompok ISIS bukan perang dengan Muslim atau agama Islam melainkan perang terhadap ekstremis, gerakan kekerasan yang mengancam Amerika," ujar Carter, seperti dikutip VOA Indonesia, Jumat (11/12/2015).

Parrikar mengatakan India sebagai negara yang penduduk Muslim terbesar ke dua di dunia tidak melakukan diskriminasi terhadap kelompok agama manapun.

Komentar Donald Trump menimbulkan perdebatan sengit di Amerika yang merembet ke seluruh dunia.

Di Inggris petisi online resmi yang menyerukan agar Trump dilarang masuk ke negara itu telah mendapat tandatangan 100 ribu lebih. Ini artinya bisa dipertimbangkan untuk menjadi perdebatan di parlemen.

Anggota parlemen Inggris, Tashmina Ahmed-Sheikh mengatakan, "Kita sudah melarang 84 penyebar kebencian datang ke negara ini. Menurut pendapat saya apa yang dikatakan Donald Trump sudah berarti sebagai penyebaran kebencian. Oleh karenanya himbauan saya kepada pemerintah adalah mari pertimbangkan Trump sebagai orang ke-85."

Trump mengatakan polisi mengkhawatirkan keselamatan nyawa mereka di beberapa lingkungan Muslim di London. Perdana Menteri Inggris David Cameron yang jarang ikut campur dalam masalah politik Amerika dan walikota London mengecam komentar Trump sebagai “salah informasi” dan “memecah”.

Di Paris luka psikologis akibat serangan teror ISIS masih dirasakan. Tapi banyak warga Paris mengecam komentar Trump.

Indonesia memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Warga di Jakarta dengan cepat membantah klaim Trump bahwa orang islam merupakan ancaman.

Trump sebelumnya menyarankan Amerika harus merebut ladang-ladang minyak Irak dan menggunakan dana hasilnya untuk veteran militer Amerika. Karena itu warga Irak menanggapi dengan marah usulnya untuk melarang orang Islam datang ke amerika.

"Pernyataan-pernyataan yang disampaikan Trump adalah rasis dan tidak sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi," ujar Abbas Al-Bayati, seorang anggota parlemen Irak.

AS merupakan tempat permukiman paling banyak bagi pengungsi di dunia di bawah program-program PBB.

Dari markasnya di Swiss, UNHCR mengatakan contoh baik yang ditunjukkan Amerika menjadi rusak oleh komentar-komentar Trump.

Juru bicara UNHCR Melissa Fleming mengatakan, "Kami prihatin retorika yang digunakan dalam kampanye pemilu mengancam program pemukiman yang sangat penting ini."

Para analis mengatakan komentar Trump menimbulkan reaksi sangat kuat di seluruh dunia karena ia unggul dalam jajak pendapat untuk memenangkan pencalonan presiden Partai Republik.


(FJR)