BSN-GSO Fasilitasi Produk RI Ekspor ke Timur Tengah

Ade Hapsari Lestarini    •    11 Desember 2015 16:06 WIB
sni
BSN-GSO Fasilitasi Produk RI Ekspor ke Timur Tengah
BSN-GSO sosialisasi memfasilitasi produk ekspor RI ke Timur Tengah. (FOTO: dokumentasi BSN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Standardisasi Nasional (BSN) bekerja sama dengan Gulf Cooperation Council (GCC)-GCC Standardization Organization (GSO) mensosialisasikan skema akreditasi sertifikasi jaminan halal.

Selain itu, kedua lembaga tersebut juga memfasilitasi diterimanya produk ekspor dengan tujuan Negara Timur Tengah. Sosialisasi tersebut terangkum dalam "GCC Industry Dialogue dan Fasilitasi Produk ke Timur Tengah". Agenda yang merupakan bagian dari Indonesia Quality Expo 2015 tersebut diadakan untuk memperingati Bulan Mutu Nasional yang jatuh setiap November.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, untuk dapat menghasilkan produk bermutu yang dapat menembus pasar global, diperlukan infrastruktur mutu yang terdiri dari Metrologi, Standar dan Penilaian Kesesuaian.

Menurut pria yang juga yang juga merupakan Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) ini, infrastruktur mutu tersebut merupakan infrastruktur terintegrasi yang diakui secara internasional sebagai infrastruktur yang diperlukan pelaku usaha untuk meningkatkan mutu produknya, dan digunakan oleh pemerintah untuk memastikan perlindungan konsumen kepada masyarakatnya.

Sebagaimana negara atau wilayah regional lainnya, GCC juga mengembangkan infrastruktur mutu tersebut sebagai salah satu piranti pengaturan pasar bagi produk yang dapat diedarkan di wilayahnya. GSO merupakan organisasi regional yang bertanggung jawab untuk memastikan efektifitas infrastruktur mutu di kawasan tersebut.

Adapun sebagai bagian dari dunia internasional, pertukaran produk dengan negara atau kawasan lain merupakan kondisi yang tidak mungkin dihindari.

"Karena itu BSN sebagai lembaga yang bertanggungjawab atas infrastruktur mutu nasional Indonesia, dengan KAN yang menjalankan kegiatan akreditasi lembaga penilaian kesesuaian di Indonesia bekerja sama dengan GSO dan Gulf Accreditation Council (GAC) dengan semangat saling menguntungkan dalam bentuk nota kesepahaman dalam bidang Standardisasi, Akreditasi dan Metrologi," jelas Bambang, dalam siaran persnya, di Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Terdapat berbagai komoditi nasional yang dibutuhkan oleh negara-negara anggota GCC, demikian pula Indonesia membutuhkan berbagai komoditi dari kawasan GCC. Oleh karena itu sebagai bagian dari umat Islam internasional, dengan Indonesia sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia, kerja sama dengan negara-negara anggota GCC dipandang akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kedua belah pihak.

"Selain itu juga akan membawa pengaruh yang besar khususnya untuk meningkatkan volume perdagangan antar negara-negara Islam di dunia," tambah Bambang.

Harmonisasi Standar dan Harmonisasi prosedur penilaian kesesuaian antar kedua belah pihak diharapkan dapat meningkatkan kelancaran perdagangan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di kedua belah pihak yang bekerja sama.

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari pelaku usaha, UKM, lembaga sertifikasi, laboratorium, pengusaha, asosiasi lembaga muslim, yayasan lembaga konsumen muslim, dan lembaga pemerintah terkait termasuk perwakilan dari beberapa Pemerintah Daerah.

Dalam kesempatan tersebut juga dipresentasikan berbagai topik dari Sekretaris Jenderal GSO Nabil bin Ameen Molla, GCC requirements for exported products" dan "GCC requirements for halal products" oleh GCC representative, "Export Import Indonesia with Gulf Countries" oleh Kementerian Perdagangan, "Halal certification requirements" oleh LPPOM MUI, Accreditation Schema of Halal" oleh GAC serta "Accreditation Schema of Halal" oleh KAN.

"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para pelaku usaha di Indonesia tentang potensi pasar di wilayah Timur Tengah bagi pelaku usaha nasional yang mampu menghasilkan produk yang bermutu," jelasnya.

Pada akhirnya, penetrasi ekspor produk Indonesia ke Timur Tengah semakin meningkat. Apalagi banyak produk Usaha Kecil Menengah (UKM) unggulan terutama produk pangan kemasan yang telah memiliki sertifikat halal.


(AHL)


Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam
Leg I Final Piala AFF 2018

Piala AFF 2018: Malaysia Terhindar dari Kekalahan atas Vietnam

20 hours Ago

Malaysia terhindar dari kekalahan atas Vietnam pada leg pertama babak final Piala AFF 2018, Sel…

BERITA LAINNYA
Video /