Pemerintah Pusat Siap Ambil Alih Pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran

Dheri Agriesta    •    11 Desember 2015 16:31 WIB
wisma atlet jakarta
Pemerintah Pusat Siap Ambil Alih Pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: Panca Syurkani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pembangunan fasilitas penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta mengalami kendala. Wisma Atlet yang sedianya akan dibangun Pemprov DKI Jakarta di lahan hibah Sekretariat Negara di Kemayoran, tak juga diproses karena tak mendapat persetujuan Komisi II. 

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bahkan mengancam membatalkan perhelatan Asian Games ke 18 itu. Ahok, sapaan Basuki, kecewa sikap Komisi II yang justru menghambat persiapan penyelenggaraan pesta olahraga multicabang tersebut.  

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan Asian Games harus terselenggara. Menurutnya, persoalan pembangunan Wisma Atlet sebenarnya bisa dituntaskan. Bahkan, JK menuturkan, jika polemik tak kunjung reda, pemerintah pusat yang akan membangun wisma atlet.    

"Tetap jalan. Kalau pun tidak, bisa pemerintah yang bangun," kata JK di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (10/12/2015).

Rencana ambil alih bisa terealisasi. Lagipula, pemerintah pusat ikut membangun sebagian wisma itu. "Sebagian dibangun Pekerjaan Umum (PU), yang dibangun PU enggak ada masalah," kata JK.

Sebelumnya, Ahok enggan meneruskan pembangunan sarana dan prasarana pendukung perhelatan Asian Games 2018. Ahok bahkan tidak mau mengurusi acara olahraga terbesar di Asia itu.

Ahok tidak mau pusing dengan penolakan yang dilakukan Komisi II DPR soal pembangunan Wisma Atlet di Kemayoran. Ahok mengisyaratkan pembatalan pelaksanakan Asian Games 2018 di Jakarta.

Ahok kesal DPR menolak pembangunan Wisma Atlet. Kekesalannya bertambah lantaran DPR dan Pusat Pengelola Komplek Kemayoran berencana membangun bangunan komersil di lahan hibah tersebut.


(KRI)