Dari Mana Uang untuk Bayar `Jasa` Nikita?

Mufti Sholih    •    11 Desember 2015 16:45 WIB
prostitusi artis
Dari Mana Uang untuk Bayar `Jasa` Nikita?
Nikita Mirzani----Ant/Rosa Panggabean

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus prostitusi artis kembali tersaji ke hadapan publik. Bisnis terlarang kelas atas ini terungkap setelah Subdit III Judisila Dittipidum Bareskrim Polri menangkap dua selebritas di sebuah kamar hotel bintang lima di sekitar Bundaran HI.

Lama adem ayem, bisnis esek-esek di kalangan pesohor rupanya bergeliat dalam diam. Meski Robby Abbas alias Obbi sudah dicokok dan dijebloskan ke jeruji besi, germo artis masih beroperasi.

Polisi rupanya penasaran. Bisnis beromzet ratusan juta hingga miliaran rupiah ini terus dikerjakan. Muncikari berkedok manajemen artis jadi bantalan. Diam-diam, manajer `palsu` menjajakan anak asuhan mereka ke lelaki hidung belang.

Butuh Waktu Lama

Berbulan-bulan polisi mencari alibi supaya bisa mengendus bisnis prostitusi ini. Jalan mulai terbuka saat polisi mendapat `jalur` dari penangkapan Obbi. Polisi kemudian mengantongi bukti karena Obbi bernyanyi tentang prostitusi untuk kalangan berdasi. Tak dinyana, ada nama tenar yang tak diduga menjajakan diri.

"Keterangan awal dari RB," kata Kepala Subdit Perjudian dan Asusila (Judisila) Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Mabes Polri Kombes Umar Surya Fana, Jumat (11/12/2015).


Kombes Umar Surya Fana (MI.Arya Manggala)

Kamis malam, rasa penasaran pun hilang. Setelah menahan diri hampir berbulan-bulan, polisi beroleh kesempatan. O, seorang lelaki kemayu yang bekerja di sebuah club malam, jadi jembatan. Petugas kepolisian yang ditugaskan menyamar sebagai pengusaha berhasil meyakinkan O.

"Profesinya setiap hari di night club yang hanya bisa dimasuki orang menengah ke atas," sebut Umar.

O memang bukan sekadar nangkring di tempat hiburan malam. Dia punya jaringan luas ke pekerja di dunia hiburan. O punya kongsi bernama F. F inilah yang diduga sebagai manajer dari NM. Setelah O dan F diyakinkan, F mengirim NM dan PR ke kamar hotel yang sudah dipesan.

NM diketahui sebagai artis yang punya dandanan nyentrik. Perempuan ini pernah punya tato di dada bertuliskan namanya. Adapun PR diketahui salah satu finalis ajang kecantikan yang sempat nongol di salah satu televisi swasta. Saat dua artis ini masuk kamar, polisi masih bersabar. Jelang pukul 21.00 WIB, NM dan PR melepas balutan benang di tubuhnya. Seketika polisi sigap. NM dan PR masuk perangkap operasi jebakan yang sudah lama direncanakan.

Pelanggan

Kasus muncikari artis O dan F tak berbeda jauh dari kasus Robby Abbas. Ketiga muncikari ini menjajakan artis kepada calon pelanggannya. Tarif jasa yang dipatok pun sangat mahal. Pelanggan jasa NM dan PR butuh mengeluarkan kocek sangat dalam buat menikmati tubuh dan pelayanan tiga jam dari dua artis ini.

"Tarifnya Rp50 juta sampai Rp120 juta," sebut Umar.

Nilai ini cukup fantastis. Harga puluhan juta memang biasa di dunia prostitusi artis. Artis AA yang dimuncikarikan Robby Abbas bertarif Rp80 juta buat tiga jam melayani. Sedangkan Anggita Sari mengaku membanderol Rp25 juta buat tubuhnya.


Maharani Suciono (MI.M Irfan)

Harga ini bahkan lebih fantastis dari nilai booking Maharani Suciono, pekerja seks yang dibooking Ahmad Fathanah. Fathanah membayar Rp10 juta buat Rani dengan duit suap dari PT Indoguna Utama buat mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Lantas dari mana duit yang digunakan buat membayar jasa NM, PR, AA dan Anggita Sari?

Polisi mengaku sudah mengantongi siapa saja pelanggan jasa NM yang belakangan diketahui Nikita Mirzani. Nama pelanggan itu tercatat di telepon seluler milik tersangka O, muncikari utama kasus ini. Tentunya, pelanggan bukan berasal dari kalangan tidak mampu. Mereka barang tentu punya duit. Atau setidaknya, punya jabatan.

"Konsumen hanya orang atas, pejabat-pejabat dan pengusaha," tegas Umar.


(TII)