IHSG Jeblok, Analis: Investor Khawatirkan The Fed

Dian Ihsan Siregar    •    11 Desember 2015 17:59 WIB
ihsg
IHSG Jeblok, Analis: Investor Khawatirkan The Fed
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak Indeks harga saham gabungan (IHSG) makin terpukul 72,69 poin atau setara 1,6 persen di perdagangan akhir pekan ini. Pelemahan tersebut disebabkan sentimen dari luar negeri.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo mengakui, pelemahan indeks sepanjang hari ini karena gangguan sentimen The Fed yang tidak lama lagi mengumumkan suku bunganya (Fed Rate). Bahkan, penurunan harga minyak tidak memengaruhi pergerakan IHSG.

"The Fed (penyebabnya). Menjelang minggu akhir The Fed mengumumkan suku bunganya, asing kembali menekan jual. Mereka (investor) menyisakan sisa-sisa tekanan," ungkap Satrio kepada Metrotvnews.com, Jumat (11/12/2015).

Selain The Fed, pemerintah pun belum memberikan refleksi yang baik bagi pasar. "Pemerintah belum memberikan keyakinan pada pasar, dan Gubernur BI yang takut akan The Fed. Karena itu indeks kita tertekan. Sempat net sales saya lihat hingga Rp550 miliar. Tarik ulur dana asing di pasar modal kita juga sudah lama. Net sales kebanyakan yang melakukan asing," tegas dia.

Tekanan indeks, sebutnya, masih akan terus terjadi hingga pengumuman Fed Rate tiba. Maka dari itu, harus diwaspadai dengan baik agar tidak terus terperosok lebih dalam.

"Kekhawatirannya masih ada, pokoknya The Fed Rabu malam besok akan mengumumkan. Saya yakin naik 0,25 persen. Sedangkan BI mengumumkan BI rate sebelum keputusan The Fed. Jadi itu harus diantisipasi dengan baik," cetus Satrio.

Meski masih ada tekanan sampai akhir tahun, dia meyakini indeks masih bisa bertengger di level 4.700. Namun harus dibantu dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri, dan selalu mengantisipasi tekanan yang datang dari global.

"Harapan saya Pak Agus untuk menurunkan BI rate, kalau tetap dalam pendapat semula hanya menurunkan BI rate di Januari, payahlah Pak Agus," pungkas Satrio.


(AHL)