Nenek Meninggal, Tiga Bocah Ini Telantar

Kuntoro Tayubi    •    11 Desember 2015 22:29 WIB
kemiskinan
Nenek Meninggal, Tiga Bocah Ini Telantar
Ratih Ruth Tan dan kedua adiknya di depan rumah gubuknya, di Brebes. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Brebes: Tiga bocah yatim di Brebes, Jawa Tengah, telantar usai nenek yang biasa mengurus mereka meninggal. Nasib mereka semakin katung setelah empat tahun ibu mereka pergi tanpa ada kabar.
 
Ketiga bocah ini adalah Ratih Ruth Tan, 14, Nabila Ester, 10, dan Kevin Daniel Tan, 8. Mereka anak pasangan Tan Hai Lok dan Nuresih. Ayah mereka meninggal karena sakit enam tahun lalu, sementara ibunya meninggalkan mereka untuk bekerja di Batam. Sudah empat tahun lamanya tidak ada kabar berita.

Di rumah gubuk yang berlokasi di Desa Kupu RT 06/04 Nomor 17 Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, mereka tinggal bersama neneknya Saryem, 60. Saat ini mereka telantar setelah nenek yang menghidupinya meninggal tiga hari yang lalu karena sakit.
 
Ratih tidak tahu lagi harus berbuat apa. Siswi kelas 1 SMP ini bingung mau tinggal di mana, apalagi salah satu adiknya Nabila juga masih sekolah kelas 3 SD. "Saya nggak tahu mau ikut siapa,” kata Ratih kepada Metrotvnews.com, di rumahnya, Jumat (11/12/2015).
 
Menurut Sutimah, 32, tetangga mereka, selama ini kebutuhan sehari hari mereka disokong dari almarhum neneknya yang bekerja sebagai buruh petik (butik) bawang merah. Meskipun pendapatannya tidak seberapa, namun Mbah Saryem, panggilan akrab nenek, mampu menyekolahkan kedua cucunya.
 
“Padahal saya tahu kalau ibunya Ratih tidak pernah mengirimkan uang. Ia menghilang begitu saja,” kata Sutimah.
 
Selain itu, mereka juga tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah daerah karena tidak memiliki kartu keluarga atau surat keterangan lainnya.
 
Sementara itu, Ketua RT 06 Suyib membenarkan kalau ibunya Ratih, Nuresih, sudah puluhan tahun bekerja di Batam. Nuresih pernah sesekali pulang, tapi sejak suaminya meninggal karena stroke ia tidak pernah pulang lagi.
 
“Saya juga bingung, mau menghubungi ke Batam pun sudah tidak mungkin karena tidak ada alamat jelas. Dan tidak ada nomor yang bisa dihubungi,” ujarnya.
(UWA)

Video /