Mahasiswa Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolsek Jebres

Pythag Kurniati    •    11 Desember 2015 23:10 WIB
bayi
Mahasiswa Pembuang Bayi Dinikahkan di Mapolsek Jebres
Kedua mahasiswa pembuang bayi dinikahkan di Mapolsek Jebres, Solo, Jumat (11/12/2015). Foto: Metrotvnews.com/Pythag

Metrotvnews.com, Solo: Mahasiswa pembuang bayi di Jebres, Solo, Jawa Tengah, dinikahkan di Markas Polsek Jebres Jumat, 11 Desember.  MN, 23, asal Sumbawa dan kekasihnya, SKK, 19 asal Kendal dinikahkan di hadapan petugas pencatat pernikahan Cepiring, Kabupaten Kendal. Kerabat kedua pelaku juga hadir dalam pernikahan itu.

Kapolsek Jebres, Kompol Edison Panjaitan, mengungkapkan langkah menikahkan kedua pelaku ini diambil berdasarkan Surat Telegram Kapolda Jawa Tengah ST/2772/X/2015 tanggal 8 Oktober 2015 tentang penyelesaian dengan musyawarah untuk mencapai mufakat. "Ini merupakan restorative justice (pendekatan musyawarah) dengan mempertimbangkan kondisi si bayi,” kata dia saat ditemui di Mapolsek Jebres, Jumat (11/12/2015).

Pernikahan semacam ini, ungkap Edison, merupakan kali pertama dilakukan di Polsek Jebres. “Sebelumnya pelaku juga sempat kami tahan di Mapolsek. Setelah dilakukan musyawarah, pernikahan harus dilakukan di sini meski mendatangkan penghulu dari Kendal supaya polisi juga dapat memastikan kebenarannya,” kata Edison.

Dia menambahkan bayi yang mereka buang dikembalikan dan harus dirawat dengan baik. “Selain itu keduanya juga wajib lapor dan kita juga akan terus pantau melalui orang tua keduanya untuk memastikan tidak terjadi lagi penelantaran,” kata dia.

MN, 23 dan SKK, 19 masih berstatus mahasiswa Stikes Sorya Global Ypgyakarta. Keduanya melakukan hubungan di luar nikah hingga SKK melahirkan seorang anak. Karena malu, SKK membuang bayi laki-lakinya di depan pintu Yayasan Pemeliharaan Anak dan Bayi (YPAB) Jebres, pada Minggu, 22 November.

Edison mengungkapkan kedua pelaku sempat menelepon YPAB sebelum meninggalkan bayinya. Bayi malang tersebut ditemukan di dalam sebuah kardus beserta dengan peralatan bayi dan sepucuk surat.

“Dalam surat itu pelaku mengaku akan mengambil kembali bayinya satu atau dua tahun lagi karena dia bekerja sebagai TKI di luar negeri,” papar Edison.

Saat ditemukan kondisi bayi laki-laki itu sangat lemah. Bayi tersebut dibawa ke Poliklinik Bhayangkara dan sempat dirujuk ke Rumah Sakit Moewardi karena kondisinya memburuk. Saat ini, bayi laki-laki itu telah diserahkan kepada kedua orang tuanya.

Dari sejumlah peralatan bayi, polisi kemudian melacak orang tua bayi. “Kita lacak melalui toko yang tertera di baju bayi. Kemudian kita cocokkan dengan rekaman CCTV,” ujar Edison. Polisi mulai mencari secara maraton dan menangkap kedua pelaku di kamar indekos di Yogyakarta, Sabtu, 28 November.

Kedua pelaku sempat ditahan beberapa hari di Mapolsek sebelum akhirnya dinikahkan di masjid depan Mapolsek Jebres, Solo.


(UWA)

Real Madrid Memboyong 20 Pemain saat Menyambangi APOEL
Jelang APOEL vs Real Madrid

Real Madrid Memboyong 20 Pemain saat Menyambangi APOEL

1 hour Ago

Real Madrid akan berhadapan dengan APOEL pada penyisihan Grup H Liga Champions 2017 -- 2018, 22…

BERITA LAINNYA
Video /