Pengamat: Kasus 'Papa Minta Saham' Diduga Skenario Ubah UU Minerba

Annisa ayu artanti    •    13 Desember 2015 14:38 WIB
pencatut nama presiden
Pengamat: Kasus 'Papa Minta Saham' Diduga Skenario Ubah UU Minerba
Ichsanuddin Noorsy. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus polemik 'papa minta saham' PT Freeport Indonesia (PT FI) yang dibongkar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said beberapa waktu lalu dinilai adalah sebuah skenario canggih.

Pengamat Ekonomi, Ichsanuddin Noorsy mengatakan, Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM telah kecolongan menerbitkan Momerendum of Understanding (MoU) tanggal 24 Juli 2014 yang berisi tentang rekomendasi perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga sebesar 775.000 ton untuk enam bulan ke depan.

"Buat saya permainan Sudirman Said membongkar ini adalah skenario yang sedang dirancang. Untuk apa? Untuk merubah Undang-Undang Minerba untuk tetap disesuaikan," kata Inchsanuddin, dalam sebuah diskusi 'Keniscayaan Nasionalisasi Dibalik Sengkarut Freeport' di Tebet, Jakarta, Minggu (13/12/2015).

Ichsanuddin menjelaskan, peristiwa pertemuan PT FI, Setya Novanto dan M. Riza Chalid itu hanya mengindikasikan PT FI membutuhkan ekspor konsentrat. Bukan terkait soal perpanjangan izin kontrak, karena perpanjangan kontrak itu menurutnya masuk dalam negosiasi lain.

"Saat yang sama sejumlah birokrat sadar, memberi izin khusus konsentrat sama dengan membuka penambang lain meminta haknya. Kalau PT FI boleh kenapa saya tidak? Kenapa hanya PT FI (yang dapat izin)?" beber dia.

Oleh karena itu, menurutnya, perilaku Sudirman Said sebagai Menteri ESDM ini adalah sebuah kesalahan karena memberi peluang lawannya yakni Koalisi Merah Putih (KMP) untuk melakukan pemakzulan (impeachment).

Maka, lanjut Ichsanduddin, mulai lah Sudirman menciptakan skenario, mulai dari pembukaan rekaman dan menyalahkan SN sebagai korban. Kemudian dengan membongkar seluruh rekaman, untuk mempertahankan jabatan.

"MoU 25 Juli itu membongkar semua situasi. Karena (Sudirman Said) takut terkena impeachment maka harus ada korban. SN. Ini skenario satu. Skenario dua, daripada kayak begity ya terusin saja. Bongkar Rekaman. Yang saya tahu hampir semua birokrat di ESDM tidak setuju remanan diserahkan," ujar dia.


(SAW)

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar
Neymar ke PSG

PSG Terkejut Barca Tuntut Kompensasi ke Neymar

38 minutes Ago

Bahkan PSG harus bertanggung jawab atas kompensasi Neymar ke Barcelona…

BERITA LAINNYA
Video /