Paris Agreement Disepakati, Siti Nurbaya: PR Indonesia Banyak

   •    13 Desember 2015 15:21 WIB
Paris Agreement Disepakati, Siti Nurbaya: PR Indonesia Banyak
Kelompok aktivis lingkungan hidup di sekeliling lokasi KTT UNFCCC COP21, Paris, gembira menyambut disepakatinya Paris Agreement. (foto: AFP)

Metrotvnews.com, Paris: Dunia akhirnya sepakat berkomitmen mencegah suhu bumi naik lebih dari dua derajat celcius. Pelaksaan kesepakatan hasil KTT UNFCCC COP21 ini berarti kerja keras bagi semua negara, tidak terkecuali Indonesia yang sedang menggenjot pembangunan.

Demikian disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, menanggapi Paris Agreement yang disepakati 195 negara maju dan berkembang pada Sabtu waktu Perancis. Paris Agreement adalah hasil KTT UNFCCC COP21 yang berlangsung sejak akhir Nopember silam di Paris. Perancis.

"Kita harus kerja keras memastikan kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat celcius. Di Marokko  pada COP22 nanti akan lebih banyak hal yang bisa ditunjukkan Indonesia kepada dunia,” ujar Menteri Siti Nurbaya, Minggu (13/12/2015).

Indonesia yang termasuk kelompok negara berkembang, relatif yang sudah lebih maju dan aktif dalam upaya-upaya mencegah perubahan iklim. Namun demikian masih banyak yang harus dikerjakan untuk menguatkan dan memastikan pelaksanaan kebijakan di lapangan berjalan secara konsekwen, baik dari sisi pemerintah maupun swasta dan masyarakat luas.

"Jadi pekerjaan rumah kita ke depan sangat banyak. Pekerjaan untuk mitigasi yaitu pengurangan emisi di sektor kehutanan, energi. Industri dan transportasi harus diselesaikan," sambung Siti.

Indonesia melihat pentingnya Paris Agreement ini harus dirasakan sebagai kepemilikan bersama.  Walaupun belum sepenuhnya mengakomodir semuà kepentingan, setidaknya kesepakatan ini merupakan kebutuhan semua negara dalam mengatasi atas konsekuensi perubahan iklim bagi kemanusian.

Kepentingan nasional yang masuk dalam Paris Agreement adalah isu kelautan, pusat konservasi keanekaragaman hayati dan penegasan tentang REDD. Tentang pendanaan disebutkan bahwa negara maju seharusnya menyediakan dukungan finansial, walau nilai bantuan USD 100 M per tahun tidak masuk pasal perjanjian melainkan dalam keputusan COP.

"Dari gambaran keputusan yang sangat rinci tersebut, Indonesia akan siap. Ini akan mendorong pada upaya sistematis yang mengarah kepada ketajaman langkah dalam mengatasi perubahan iklim," papar kader Partai NasDem ini.

(Rosalia Arlusi)

 
(LHE)

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino
Jelang Real Madrid vs Tottenham Hotspur

Pemain Madrid Ini yang Diwaspadai Pochettino

57 minutes Ago

Penampilan Isco musim ini ternyata mendapat perhatian dari pelatih Tottenham Hotspur Mauricio P…

BERITA LAINNYA
Video /