OJK Dorong Pemerintah Revisi PMK tentang Insentif Pajak

Dian Ihsan Siregar    •    14 Desember 2015 12:22 WIB
ojk
OJK Dorong Pemerintah Revisi PMK tentang Insentif Pajak
Ilustrasi OJK -- FOTO: Antara/Fanny

Metrotvnews.com, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mendorong pemerintah merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) terkait Insentif Perpajakan. Langkah itu dilakukan guna meraih‎ Dana Investasi Real Estate berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (DIRE-KIK) di Singapura yang nilainya mencapai Rp30 triliun.

Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal OJK Fahri Hilmi mengungkapkan, OJK sedang membahas rencana pemberian insentif pajak yang lebih kompetitif kepada perusahaan penerbit KIK-DIRE (Real Estate Investment Trust/REIT).‎

"Kami upayakan menarik kembali dana yang diinvestasikan di Singapura sebesar USD30 miliar. Padahal projet dan aset propertinya ada disini (Indonesia)," tuturnya, dalam acara Sosialisasi DIRE berbentuk KIK, di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Senin (14/12/2015).

Sampai saat ini, jelas Fahri, insentif perpajakan dalam mendorong investasi di real estate yang telah diberikan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum bi‎sa bersaing dengan instrumen REIT yang ada di negara lain. Karenanya, dia berharap ada revisi terhadap PMK 200 Tahun 2015.

‎Sebelumnya, pemerintah telah memberikan insentif perpajakan melalui penerbitan PMK No 200/PMK 03/2015 terkait Perlakuan Perpajakan Bagi Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak yang Menggunakan Skema KIK Tertentu dalam Rangka Pendalaman Sektor Keuangan.

Meski demikian, Fahri menjelaskan,‎ insentif perpajakan dalam PMK tersebut belum kompetitif. Alhasil, perusahaan masih belum banyak yang mau menerbitkan KIK-DIRE di pasar modal dalam negeri. Hingga saat ini cuma ada satu KIK-DIRE di BEI yaitu Ciptadana Properti Ritel Indonesia (XCID)‎.

"Kami inisiatif untuk menghilangkan kendala terkait insentif perpajakan dalam penerbitan KIK-DIRE dengan mendorong pemerintah guna merevisi PMK 200. Kami juga harapkan ada tingkat pengembalian yang menarik bagi investor. Itu yang kami inginkan," jelas dia.

Lebih lanjut, ia menambahkan, OJK dan pemerintah sampai sekarang sudah duduk bersama dalam membahas aturan tersebut. Tahap saat ini sudah masuk dalam rencana perubahan pasal-pasal terkait insentif perpajakan. Sehingga membutuhkan angka yang kompetitif


(ABD)

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018
Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

1 hour Ago

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan digelar pada 13-14 dan 20-21 Februari 2018.…

BERITA LAINNYA
Video /