Aksi Polisi `Koboi` dan Salah Tembak Meningkat

Tri Kurniawan    •    14 Desember 2015 12:29 WIB
polisi
Aksi Polisi `Koboi` dan Salah Tembak Meningkat
Ilustrasi. Antara

Metrotvnews.com, Jakarta: LSM Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti masih maraknya aksi polisi 'koboi' dan salah tembak selama 2015. IPW mencatat ada 20 aksi polisi 'koboi' dan salah tembak menewaskan tujuh orang dan 17 luka.

Korban polisi 'koboi' dan salah tembak mulai dari anak yang sedang bermain, ibu rumah tangga, pedagang keliling, tukang ojek, anggota TNI, sesama polisi, saudara kandung, hingga istri. Ada tiga polisi ditembak sesama polisi dan ada dua wanita yang tewas tertembak pistol suaminya yang polisi.

Ada lima kasus penyergapan dan melepaskan tembakan secara membabibuta oleh polisi. Ketua Presidium IPW Neta S Pane mengatakan, kasus di Jalan Segaram 13 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan, warga sudah mengingatkan, polisi jangan sembarangan melepaskan tembakan karena lokasi itu padat penduduk dan banyak anak-anak.

Menurut Neta, polisi tak peduli, tembakan tetap mereka lepaskan untuk menangkap buruan. Akibatnya, tiga anak kecil tertembak peluru polisi. "Setelah itu polisi melarikan diri," kata Neta, Senin (14/12/2015).

Yang menarik, di daerah rawan konflik aksi polisi 'koboi' dan salah tembak justru menurun drastis. Sepanjang 2015, di Papua hanya ada satu kasus polisi salah tembak.

Peristiwa terbanyak kasus salah tembak terjadi di Jawa Timur, Riau, dan Sulawesi Selatan, masing-masing 3 kasus. Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Jakarta dua kasus. Banten, Sumatera Utara, dan Jawa Barat satu kasus.

Secara umum, menurut Neta, aksi polisi 'koboi' dan salah tembak pada 2015 tergolong naik dibandingkan 2014, namun dari sisi korban menurun.

Pada 2014 ada 13 kasus polisi 'koboi' atau salah tembak yang menyebabkan 27 orang jadi korban. Tujuh di antaranya tewas dan 20 luka-luka.

Neta mengatakan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti perlu terus menerus mengawasi secara ketat penggunaan senjata
api di institusinya. Selain itu, perlu kembali mengingatkan agar anggotanya di lapangan jangan sembarangan menggunakan senjata api.

Data ICW soal polisi 'koboi' dan salah tembak pada 2015:

13 Desember

Seorang tukang ojek yang sedang mangkal di Plumbang, Jakarta Utara menjadi korban salah tembak polisi. Saat itu sejumlah polisi berusaha menghalau puluhan pengendaran sepeda motor yang masuk ke jalan tol. Tembakan peringatan mengenai kaki pengemudi ojek.

11 Desember

AKP Kiraman menembak Talib, 43, abang kandung, sebanyak lima kali gara-gara rebutan warisan. Peristiwa ini terjadi di Desa Lappa-Lappae, Pinrang, Sulawesi.

5 Desember

Rendi Anggara, 10, tewas terkena peluru nyasar polisi saat bermain di depan rumahnya di Jalan Segaram 13 Ilir, Palembang. Bagian kiri kepala pelajar kelas V SD itu tertembak saat anggota Polresta Palembang memburu pengedar narkoba.

4 Desember

Anggota Polres Salatiga Bripda YS, 21, menodong warga dengan senjata api. Ia marah ketika ditegur warga karena membawa mobil dengan kencang di sekitar Stadion Kridanggo.

6 November

Hasan, petani, tewas kena peluru polisi yang sedang operasi pemberantasan teroris di  Desa Dalogo, Sausu, Sulteng.

4 November

Kaki AS, 19, warga Dusun Sumurlaban, Dander, Bojongnegoro, Jawa Timur, tertembak polisi yang sedang memburu pencuri kayu.

19 Oktober

Anggota Polsek Kepenuhan Bripka ST Simanjuntak yang baru dua pekan diberikan hak memegang senjata menembak mati istrinya Risma Nainggolan. Simanjuntak dan istri sempat cekcok.

17 Oktober

Abdul Gani, pelajar kelas 2 SD, jadi korban penembakan polisi di Simpang Setia Bagan Hulu, Rokan Hilir, Riau.  
Awalnya, polisi memburu pelaku kejahatan.

Begitu melihat Abdul Gani, pelaku langsung menyanderanya. Polisi melapaskan tembakan. Peluru bukannya mengenai si penjahat tapi menyerempet kaki Abdul.

30 Agustus

Anggota Polres Polman Brigpol CA menembak mati Prada Juliadi, anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 721/Makkasau-Pinrang di arena Road Race GOR Pekkabata, Poliwali Mandar, Sulawesi Barat.

CA menembak perut karena Juliadi yang hendak menikamnya dengan sangkur dalam perkelahian antar anggota TNI-Polri.

18 Agustus

Rendy Pratama, siswa SMAN 1 Bondowoso, tertembak senjata polisi. Saat itu Rendy hendak membeli nasi goreng di depan Polres Bodowoso, Jawa Timur.

Saat bersamaan ada penjahat yang kabur dari pemeriksaan. Polisi menembak punggung penjahat hingga tembus ke perut. Peluru itu ternyata menerjang betis kiri Rendy.

10 Agustus

Bahu kanan Brigadir Wahyudi ditembak Briptu Tri Ari Sabeni di kawasan Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat. Saat itu Wahyudi hendak menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan.

20 Juli

Dua warga Jalan Kapten Sumarsono VII, Helvetia, Medan, Sumatera Utara, jadi korban salah tembak polisi. April Andreas, 15, mengalami luka tembak di bagian pipi dan pamannya Junaidi Purba, 35, terkena peluru di rusuk kanan.
Kejadian berawal saat polisi datang untuk menangkap dua pelaku kejahatan Agus dan Hermanto.

28 Juli

Bripda Ridho Arianto, anggota Polres Meranti, Riau, luka akibat ditembak teman sekamarnya, Bripda Syahrul.
Tembakan yang dimulai dengan aksi bercanda itu menembus bahu kanan Ridho.

20 Juli

Eva, 30, seorang ibu tewas setelah tertembak senjata suaminya yang anggota Brimob, Brigadir H. Peristiwa ini terjadi di rumanya di Desa Tamangapa, Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

Saat itu, senjata organik Brigadir H diambil putrinya yang berusia sembilan tahun dan meletus mengenai pelipis kanan ibunya.

3 Juli

Jufri Pasaribu alias Jamal, 45, ditembak mati seorang anggota polisi berpakaian sipil di Jalan Jati, Sungai Bambu, Jakarta Utara. Korban dianggap membuat onar dan merusak harta benda di rumah seorang warga bernama Prapto.

24 Juni

Seorang penjual tahu Sueb, 50, ambruk setelah perutnya tertembus peluru polisi yang mengejar pelaku kejahatan di perkampungan padat di Jalan Ambengan Batu I, Surabaya, Jawa Timur.

14 Mei

Nurhalimah Utari, 10, tewas tertembak saat anggota Polsek Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, memburu jambret. Peristiwa ini terjadi tak jauh dari rumahnya di Dusun 2 Lembak Rambutan, Banyuasin.

10 Maret

Titin Komariah, 32, ibu tiga anak tewas di sawah saat akan mengambil sayuran di dekat rumahnya di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten. Titin menjadi korban peluru nyasar dari anggota Polsek Kembangan, Jakarta Barat, saat mengejar begal motor.

24 Februari

Seorang anggota Brimob Mabes Polri Bharada Edy yang bertugas di Poso, Sulawesi Tengah, tertembak kawannya sendiri. Saat itu keduanya sedang mengendara mobil.

Tiba-tiba mobilnya oleng dan tanpa sengaja pelaku menekan pelatuk senjatanya hingga mengenai paha korban.

4 Februari

Bripka EW menembak RA, ajudan Bupati Mamberamo Tengah, yang diduga berselingkuh dengan istrinya. Penembakan itu dilakukan anggota Polres Tolikara di sebuah hotel di Jayapura, Papua.


(TRK)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

10 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /