Bacakan Pembelaan, Rio Capella Posisikan Diri Seperti Bima & Socrates

Intan fauzi    •    14 Desember 2015 13:20 WIB
gratifikasi bansos sumut
Bacakan Pembelaan, Rio Capella Posisikan Diri Seperti Bima & Socrates
Patrice Rio Capella menjalani sidang di Tipikor. (Foto:MTVN/Intan Fauzi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menggelar sidang lanjutan dengan terdakwa politikus Patrice Rio Capella. Agenda sidang tersebut adalah pembacaan pledoi atau pembelaan oleh Rio.
 
Dengan menggunakan batik berwarna biru, Rio yang ditemani istri tiba pukul 11.00 WIB di ruang sidang Tipikor. Rio tak terlihat gugup saat menjalani sidang yang dipimpin hakim Artha Theresia itu.
 
Saat membacakan pembelaan, Rio menyatakan siap menjalani hukuman. Ia mengibaratkan dirinya seperti Bima dalam kisah Mahabarata.
 
"Saya menganggap jaksa penuntut umum sama dengan perdana menteri Wudura yang arif dan bijaksana yang menyatakan pada Bima untuk menjalani hukuman," ujar Rio di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (14/12/2015).
 
Dalam kisah itu, Widura menasihatkan pada Bima untuk menjalani hukuman demi kebaikan. "Tapi perdana menteri mengatakan kepada Bima, kau dimasukkan dalam tahanan agar menjadi kuat dan tertib dalam hidup, pasti ada hikmahnya walau saya bisa bebaskan kamu," lanjut Rio.
 
Selain itu, untuk menggambarkan kepasrahannya, Rio menganalogikan dirinya seperti Socrates yang dihukum mati oleh Pengadilan Yunani. Rio mengatakan, dalam kisah itu Socrates menerima keputusan pengadilan dengan lapang dada.
 
"Socrates mengatakan walaupun keputusan pengadilan tidak sesuai dengan yang diharapkan, tapi keputusan itu dibuat oleh lembaga yang suci dan diputuskan oleh orang yang suci," terang anggota Komisi III DPR itu.
 
Rio mengharapkan keadilan dari hakim dalam memutuskan hukuman untuk dirinya. Sebab, ia sudah kooperatif. "Ibarat seorang terdakwa mati, ketika sepuluh senjata diarahkan kepada dirinya, tidak semua berisi peluru. Hanya satu yang membuat dia mati dan janganlah saya dihukum dengan dua peluru, cukup satu peluru," katanya.
 
Rio didakwa menerima hadiah atau janji sebesar Rp200 juta dari Gatot dan Evy. Duit diberikan lantaran Rio membantu memfasilitasi islah antara Gatot dan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi. Suap itu juga diduga agar Rio mengamankan kasus Gatot di Kejaksaan Agung.
 
Rio diancam Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Atas pasal itu, Rio dituntut hukuman selama dua tahun penjara pidana denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan.


(FZN)

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018
Undian Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

Jadwal Pertandingan Babak 16 Besar Liga Champions 2017--2018

53 minutes Ago

Laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions akan digelar pada 13-14 dan 20-21 Februari 2018.…

BERITA LAINNYA
Video /