Kesehatan Memburuk, Raja Thailand Muncul di Hadapan Publik

Wanda Indana    •    15 Desember 2015 07:41 WIB
thailand
Kesehatan Memburuk, Raja Thailand Muncul di Hadapan Publik
Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej muncul di hadapan publik. Foto: REUTERS.

Metrotvnews.com, Bangkok: Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej muncul di hadapan publik pada salah satu acara di Bangkok Senin 14 Desember kemarin. Sebelumnya Bhumibol tak pernah muncul usai menjalani proses pemulihan di rumah sakit. Termasuk dirinya absen dalam acara perayaan nasional menandai ulang tahunnya ke-88.

"Raja terakhir terlihat di depan umum pada 1 September dan batal hadir di hari perayaan ulang tahunnya," kata Biro Rumah Tangga Kerajaan dikutip dari Straitstimes.com, Selasa (5/12/2015).

Televisi lokal menunjukkan cuplikan tayangan sang raja yang genap  berulangtahun pada 5 Desember lalu itu tengah melangsungkan acara pengambilan sumpah. Dalam tayangan tersebut, Bhumibol bersumpah di hadapan puluhan hakim di sebuah ruang tamu di rumah sakit di Bangkok tempat dia menjalani masa penyembuhan.

Bhumibol telah menghabiskan beberapa bulan terakhir di Rumah Sakit Siriraj, tempat dia dirawat karena hidrosefalus, penumpukan cairan cerebrospinal yang mengelilingi otak dan penyakit lain yang dideritanya.

Kondisi kesehatan Bhumibol yang terus memburuk menjadi perhatian besar rakyat Thailand. Tetapi, kabar kondisi kesehatan raja tidak bisa dibicarakan secara terbuka di kerajaan karena keluarga kerajaan terlindung oleh hukum lese majeste, yakni kejahatan melanggar keagungan, pelanggaran terhadap martabat negara.

Namun, pelanggaran hukum lese majeste mengalami peningkatan pasca Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengambil alih pemerintahan pada kudeta militer, tahun lalu.

Di dalam hukum tersebut, menjelaskan siapapun mencemarkan nama baik, penghinaan atau mengancam raja, ratu, pewaris, atau bupati dipidana dengan pidana penjara 3 sampai 15 tahun. Namun, hukum Lese Majeste ditentang para pengkritik kerajaan.

Pekan lalu, Putra Mahkota Thailand, Maha Vajiralongkorn memimpin acara bersepada bertajuk `Bike for Dad` di Bangkok, 11 Desember, untuk merayakan hari ulang tahun ayahnya. Acara itu juga dilakukan untuk menolak tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya pada mereka yang dianggap sebagai pengkritis atau anti monarki.

Polisi setempat mengatakan mereka telah memulai penyelidikan kepada Duta Besar AS untuk Thailand, Glyn Davies setelah mengkritik hukuman penjara bagi warga Thailand yang terbukti bersalah dan melanggar hukum Lese Majeste.

Ketidakpastian terkait penerus kekuasaan raja Bhumibol dinilai mendorong ketidakstabilan politik Thailand. Sementara itu, Putra Mahkota Thailand, Maha Vajiralongkorn yang tidak memiliki banyak loyalis seperti ayahnya, menyebabkan kekhawatiran tentang suksesi yang dipandang sebagai faktor yang memberatkan dalam perpecahan politik Thailand.


(DEN)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

2 days Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /