Bocah Ini Bikin Menteri Susi Menangis

Amaluddin    •    15 Desember 2015 12:17 WIB
perikanan
Bocah Ini Bikin Menteri Susi Menangis
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Surabaya: Siapa sangka Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menangis setelah membaca surat dari Jamaliyah, siswi kelas lima SDN 2 Kepuhlegundi, Kecamatan Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Terharu dengan isi surat tersebut, Menteri Susi memberi Jamaliyah penghargaan dalam lomba khusus untuk kategori Aksi Menulis Surat Untuk Ibu Menteri di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Kamis 10 Desember 2015. Jamaliyah pun mendadak populer setelah ditetapkan sebagai juara oleh Menteri Susi.

Berikut isi surat Jamaliyah kepada Menteri Susi.

Yth. Ibu Susi Pudjiastuti
Menteri Kelautan dan Perikanan
Republik Indonesia

Assalamualaikum Wr, Wb.

Hallo apa kabar Ibu Susi. Perkenalkan nama saya Jamaliyah. Saya berasal dari Pulau Bawean. Pulau Bawean adalah sebuah pulau kecil di tengah Laut Jawa. Terletak di antara Pulau Jawa dan Kalimantan. Di Bawean saya tinggal di Dusun Panyalpangan, Desa Kepuhlegundi, Kecamatan Tambak.

Dusun Panyalpangan terletak di salah satu puncak gunung di Bawean. Walaupun jauh dari laut, setiap hari Minggu saya selalu ke laut. Kalau dalam bahasa Bawean, laut itu disebut tasek. Saya pergi ke laut bersama ibu saya untuk mengambil ikan dan kerang. Hasilnya untuk dimakan sekeluarga.

Laut Bawean masih sangat indah loh, Bu. Banyak ditempati oleh ikan, kerang, kepiting, dan sebagainya. Orang-orang yang tinggal di Bawean tak pernah lagi pakai bom untuk menangkap ikan. Karena orang Bawean masihlah sangat peduli dengan alam.

Saya pribadi, anak Bawean, tidak mau melihat terumbu karang rusak di Bawean karena dibom. Kalau terumbu karang rusak maka ikan di Bawean bisa habis, ia kan, Bu?

Oh iya Bu, saya sekarang kelas lima SDN 2 Kepuhlegundi. Saya sama seperti orang-orang Bawean pada umumnya yang suka makan ikan dan kerang. Dengan pekerjaan Bapak sebagai petani dan Ibu hanya sebagai Ibu rumah tangga, kami hanya sanggup makan ikan dan kerang yang cari di laut atau di pantai.

Tapi walaupun begitu saya tidak pernah berkecil hati. Makan ikan dan kerang sudah merupakan makanan yang sehat dan bergizi bagi saya. Prestasi saya Alhamdulillah bisa seperti anak-anak di kota besar yang orangtuanya sanggup membelikan ayam.

Tahun lalu saya mengikuti kompetisi matematika dan lolos hingga menjadi 50 besar tingkat nasional yang finalnya diadakan di Institut Pertanian Bogor. Saya bangga menjadi wakil Bawean di kompetisi tersebut.

Ibu, cita-cita saya menjadi Guru. Walaupun bukan menjadi Menteri Kelautan seperti Ibu, saat nanti saya menjadi guru, saya akan mengajarkan cinta lingkungan khususnya laut kepada anak-anak murid saya. Saya akan mengajarkan anak-anak murid untuk mencontoh orang Bawean yang tidak merusak terumbu karang saat mengambil ikan.

Ibu harus semangat ya menjalani tugas sebagai Menteri. Saya berdoa supaya Ibu diberi kesehatan selalu dan juga berdoa orang-orang di Indonesia mau menjaga laut supaya saat saya besar, saya dan anak-anak Indonesia lain masih bisa makan Ikan dan melihat laut yang indah seperti di Bawean sekarang.

Sekian dulu surat dari saya, Ibu. Semoga suatu saat nanti bisa bertemu dengan Ibu dan bisa makan bersama Ibu. Sebagai anak Bawean yang bangga dengan tradisi berpantun, saya punya pantun buat Ibu sebagai penutup surat saya.

Makan bakwan di air pasang
Kapal besi membawa itik
Dari Bawean ada salam sayang
Untuk Ibu Susi yang paling cantik

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Hormat Kami,

Jamaliyah.



(MEL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

14 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /