Novanto Tak akan Disanksi Ringan

Al Abrar    •    15 Desember 2015 20:23 WIB
pencatut nama presiden
Novanto Tak akan Disanksi Ringan
Ketua DPR Setya Novanto/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Prakosa yakin Ketua DPR Setya Novanto tak akan disanksi ringan. Prakosa melihat pada rekam jejak Novanto yang pernah mendapat sanksi ringan terkait pertemuan dengan Donald Trump, beberapa bulan lalu.

"Analoginya seseorang yang pernah dapat kasus sanksi ringan, kemudian ada pelanggaran lagi itu menjadi tidak ringan. Walaupun konteksnya berbeda, kalau dikasus sedang begitu juga. Begitu akumulasinya," kata Prakosa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/12/2015).

Meski tak bisa menebak keputusan MKD untuk terduga pencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport ini, Prakosa menjamin MKD tak akan masuk angin dalam mengambil keputusan.

Sementara Anggota MKD dari Fraksi PDI Perjuangan lainnya, Risa Mariska yakin Novanto bersalah. "Kalau pelanggaran etika udah rahasia umum," tegas Risa.

Tak berbeda dengan Prakosa, Anggota Komisi III ini mengaku belum memiliki gambaran politikus Partai Golkar itu akan mendapat sanksi sedang atau berat.

Sebelumnya, mantan Bendahara Umum Partai Golkar itu hanya diberi sanksi teguran saat menghadiri kampanye Trump sebagai bakal calon Presiden Amerika Serikat. Kehadiran Novanto bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon itu dilakukan setelah lembaga legislatif menghadiri sidang The 4th World Conference of Speakers Inter Parliamentary Union (IPU) di Negeri Paman Sam.

Ketua MKD Surahman Hidayat menyatakan, pihaknya tidak menemukan kesalahan berat yang dilakukan Novanto cs. Pertemuan Novanto dengan Trump dilakukan di luar acara resmi. Apalagi, sesuai Undang-Undang DPR, MPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) Pimpinan DPR diberi kewenangan melakukan diplomasi.


(OJE)