Ahok Pertanyakan Laporan KIP Soal Keterbukaan Data

Intan fauzi    •    16 Desember 2015 05:13 WIB
dki jakarta
Ahok Pertanyakan Laporan KIP Soal Keterbukaan Data
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: DKI Jakarta tak masuk sepuluh besar kota dalam aspek keterbukaan publik berdasarkan laporan Komisi Informasi Publik (KIP). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mempertanyakan dasar pemilihan itu.

"Saya tidak tahu nilainya bagaimana. Sekarang menurut dunia, kita sudah diundang berapa kali ke luar negeri, Provinsi DKI adalah open data paling besar. Ini KIP laporan siapa?," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2015).

Ahok merasa bingung dengan hasil pemilihan dalam ajang Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2015 yang diselenggarakan KIP itu. Menurutnya, berbagai data sudah coba ia berikan kepada masyarakat, termasuk yang menyanggkut anggaran.

"Sekarang kalau mau ngomong open data, open data yang mana? Provinsi mana yang open data sebanyak kami?," ujar Ahok.

Ahok menjelaskan, Jakarta kini sudah memiliki sistem Smart City yang membantu proses keterbukaan data kepada publik. Meski demikian, Ahok menilai, penghargaan tidaklah begitu penting.

"Saya tidak penting penghargaan yang penting warga Jakarta bisa buka (data) semua," lanjut Ahok.

Sebelumnya, KIP melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kota yang memiliki akses data paling terbuka ke publik. Tiga besar dipegang oleh Provinsi Aceh dengan skor 94,111, kedua Provinsi Jawa Timur dengan skor 88,639, dan ketiga Provinsi Kalimantan Timur dengan skor 81,188.


(OJE)

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%
Jelang Chelsea vs Barcelona

Hadapi Barcelona, Chelsea Harus Tampil 120%

3 hours Ago

Pelatih Chelsea Antonio Conte tidak memungkiri bahwa laga melawan Barcelona akan jadi laga yang…

BERITA LAINNYA
Video /