Novanto Laporkan Metro TV

ILR: Novanto Berpikir Pendek

Misbahol Munir    •    16 Desember 2015 09:17 WIB
setya novanto polisikan metro tv
ILR: Novanto Berpikir Pendek
Setya Novanto--AFP/Andri N

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPR Setya Novanto melaporkan Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan ke Bareskrim Polri. Laporan Novanto dilakukan melalui kuasa hukumnya Razman Arif Nasution Senin, 14 November.

Aktivis dan peneliti Indonesia Lawyers Roundtable (ILR) Erwin Natomsal Oemar menyayangkan sikap Novanto. Menurut dia, pelaporan Novanto atas Metro TV merupakan ancaman bagi kebebasan pers.

"Tindakan Setya Novanto jelas mengancam kebebasan pers dan demokrasi," ujar Erwin kepada Metrotvnews.com, Rabu (16/12/2015).

Bagi dia, tindakan Novanto preseden, terutama untuk pejabat publik. Langkah ini menunjukkan bila Novanto hanya berpikiran pendek dalam menghadapi pemberitaan terkait kasus dugaan pencatutan nama presiden dan wakil presiden mengenai perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

"Sangat disayangkan seorang Ketua DPR berpikir pendek seperti itu. Ini preseden buruk. Bagaimana pun pers adalah salah satu pilar demokrasi dan dijamin secara tegas oleh konstitusi," katanya.

Novanto melalui pengacaranya menuntut Pemred Metro TV Putra Nababan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Laporan Novanto teregister dengan Tanda Bukti Lapor Nomor TBL/886/XII/2015/Bareskrim.

Pemimpin Redaksi Metro TV Putra Nababan menanggapi santai laporan Novanto. Ia akan menjalani alur sesuai aturan Dewan Pers. Menurut Putra, apa yang disiarkan Metro TV merupakan produk jurnalistik.

"Itu kan produk jurnalistik, dibuat sesuai dengan aturan. Ada undang-undangnya juga. Yang membuat UU-nya juga, kan, DPR," kata Putra, Selasa, 15 Desember 2015.

Menurut UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, kata Putra, ada instrumen yang bisa dimanfaatkan Novanto bila keberatan atas pemberitaan. Salah satunya dengan menggunakan hak jawab.

Putra menjelaskan, selama ini pihaknya telah menghubungi Novanto untuk meminta konfirmasi atas berita yang ada. Tapi tidak mendapat jawaban. "Kami sudah menghubungi sebelumnya, tapi beliau memang belum mau berkomentar," kata Putra.

Putra menyayangkan sikap Ketua DPR yang seakan-akan tidak menghormati UU. DPR yang membuat UU, tapi mereka juga yang tidak menghormatinya. "Tidak memberikan pelajaran, bahkan terkesan tidak mendukung iklim demokrasi pers," tutur Putra.


(TII)

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente
Tottenham Hotspur 2017--2018

Bakal Bereuni dengan Juventus, Begini Perasaan Llorente

1 hour Ago

Babak 16-besar Liga Champions 2017 -- 2018 akan terasa istimewa bagi striker Tottenham Hotspur …

BERITA LAINNYA
Video /