Capai Target Surplus Beras 5 Juta Ton, Ini Cara Pakde Karwo

Amaluddin    •    16 Desember 2015 18:52 WIB
beras
Capai Target Surplus Beras 5 Juta Ton, Ini Cara Pakde Karwo
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. (FOTO: MTVN/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah pusat menargetkan peningkatan produksi beras pada 2015 sebesar 10 juta ton. Namun, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mampu menargetkan surplus beras sebesar lima juta ton.

Untuk mencapai itu, pihaknya berupaya meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas, Caranya yakni dengan mengoptimalkan penerapan sarana produksi tanaman, menerapkan teknologi pengelolaan tanaman secara terpadu dan pengamanan tanaman.

"Upaya lainnya adalah dengan membenahi tata niaga melalui kelembagaan Bulog dan harga pembelian pemerintah (HPP)," ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu, dalam siaran persnya yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (16/12/2015).

Ia memberi contoh tentang penggunaan teknologi Combine Havester untuk meningkatkan produktivitas. Dengan Combine Havester panen dapat dikerjakan lebih cepat dan hemat waktu (2,5-3 jam/ha) yang dapat menghemat tenaga kerja karena proses ini cukup dikerjakan oleh satu sampai empat orang saja.

Tak hanya itu, melalui mesin ini sistem pemanenan dapat dikerjakan malam hari yang dilengkapi lampu penerangan. Meskipun padi roboh masih tetap bisa dipanen. Dengan Combine Havester juga, kehilangan hasil panen bisa ditekan menjadi kurang dari dua persen.

"Bayangkan bila dipanen secara manual kehilangan hasil mencapai 12 persen, bahkan lebih. Jadi petani tidak merugi dan mendapatkan tambahan hasil sebanyak ± 10 persen setara dengan 600 kg gabah/ha yang diasumsikan hasil panen enam ton/ha," imbuhnya.

Pemprov Jatim juga memberikan bantuan kepada petani berupa hibah chopper/granulator untuk mengubah bahan dasar menjadi pupuk organik yang berasal dari dana APBD 2009-2015 kepada 2.329 unit/kelompok.

Adapun dari bantuan chopper/granulator tersebut mampu menyerap tenaga kerja lima orang/hari/unit. Maka bisa dihitung, dengan operasional 20 hari/bulan maka jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 1 tahun = 2.329 x 5 orang x 20 hari x 12 bulan = 2.794.800 HOK.

"Dari jumlah tersebut, mampu mencukupi kebutuhan sarana produksi, khususnya pupuk organik sebesar 65.423 ton di 2015. Pemprov Jatim juga memberikan stimulus kredit khusus di sektor pertanian yang ditempatkan modal yang disetor sebanyak Rp200 miliar di PT Bank UMKM ditambah Rp25 miliar untuk penjaminan Kredit melalui PT Jamkrida sebagai embrio Bank Tani," pungkasnya.


(AHL)