Pakai Steroid untuk Perbesar Otot, Pria Ini Akhirnya Meninggal

   •    17 Desember 2015 10:32 WIB
kisah inspiratif
Pakai Steroid untuk Perbesar Otot, Pria Ini Akhirnya Meninggal
Dean Wharmby & kekasihnya Rigby. (foto:Dailymail)

Metrotvnews.com, Manchester: Bertekad memiliki bentuk tubuh yang besar dan berotot, Dean Wharmby meminum steroid selama beberapa tahun. Penyalahgunaan steroid yang dilakukannya membuat Dean menderita kanker hati dan berakhir meninggal Juli 2015 lalu.

Sebenarnya tidak hanya steroid saja, Dean juga mengonsumsi 10.000 kalori ditambah delapan kaleng minuman berenergi setiap harinya. Seperti dikutip Daily Mail, pria 39 tahun tersebut mengatakan bahwa terobsesi untuk mempunyai tubuh yang besar.

"Saya berusaha punya tubuh yang besar. Minuman berenergi dan makanan berkalori, saya anggap punya kontribusi yang besar untuk itu," ujarnya.

Dean merupakan seorang binaragawan sebelum jatuh sakit. Ia mengatakan meminum steroid selama satu tahun untuk membentuk otot pada tubuhnya. "Saya bisa melatih tujuh klien dalam sehari dan butuh energi untuk diri saya sendiri," imbuhnya.

Namun sayang, diet dengan kalori ortodoks ditambah steroid malah membuat Dean divonis menderita kanker hati. Saat itu, dokter yang menanganinya sempat menawarkan untuk melakukan kemoterapi dan transplantasi hati, tapi Dean memutuskan untuk berobat secara tradisional.

"Saya masih ingin hidup. Dokter bilang keberhasilannya sangat kecil. Itu membuat saya pesimis. Jadi saya mulai beralih mengganti pola makan dan mulai pengobatan tradisional," kata Dean.


(Dean saat masih berotot)

Meskipun sudah menganut gaya hidup yang sehat, kanker Dean telah menyebar luar sehingga sulit untuk diselamatkan. 

Ahli koroner, Lisa Hashmi pun mengatakan dengan tegas bahwa steroid yang menjadi penyebab utama kematian Dean. Dia mengutarakan bahwa kasus Dean seharusnya menjadi pengingat untuk orang lain.

"Penyalahgunaan steroid anabolik dapat memicu masalah tumor hati. Saya mendesak bagi Anda yang menggunakan obat-obatan tersebut harus tahu dampaknya dan mulai berhenti dari sekarang," tegas Lisa.

Sebagai informasi, steroid seharusya hanya boleh dikonsumsi oleh pasien yang sudah mendapatkan resep dari dokter. Selain itu, pemakaian steroid dianggap ilegal. Sebab, dampak dari steroid tidak hanya kanker hati. Steroid juga punya efek yang besar pada menurunnya jumlah sperma, testis yang menyusut, disfungsi ereksi, kebotakan, jerawat dan pengembangan kanker prostat. (Sumarni)



(LOV)


Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

Kepolisian Liverpool Dinilai Tidak Becus

9 hours Ago

Pengacara yang mewakili dua ultras Roma tersangka penganiayaan suporter Liverpool menyatakan ke…

BERITA LAINNYA
Video /