Ancaman Bom di Pesawat, Dua Orang Diamankan

Sonya Michaella    •    17 Desember 2015 11:53 WIB
pesawat
Ancaman Bom di Pesawat, Dua Orang Diamankan
Pesawat KLM yang menerima ancaman bom (Foto: Twitter)

Metrotvnews.com, Texas: Dua orang diamankan petugas kepolisian karena dicurigai membawa bom di dalam pesawat. Pesawat KLM  dijadwalkan berangkat dari Bush Intercontinental Airport, Texas, ketika polisi menahan dua tersangka.
 
Pihak berwenang setempat menangkap dan menurunkan kedua orang itu dari pesawat Boeing 747 itu. Penangkapan diawali kecurigaan penumpang atas tingkah laku dari kedua tersangka. Demikian diberitakan Express, Kamis (17/12/2015).
 
Setelah mendapatkan laporan, polisi pun masuk ke dalam pesawat yang hendak lepas landas ke Amsterdam, Belanda itu. Sementara penumpang pesawat yang masih terkejut, diturunkan dari pesawat dan dipindahkan ke terminal.
 
Belum diketahui apakah kedua penumpang itu benar-benar membawa bahan peledak. Penyelidikan atas keduanya pun masih berlangsung.
 
Ancaman ini menambah panjang deretan insiden teror bom terhadap pesawat dalam beberapa waktu terakhir. Ancaman terus meningkat khususnya setelah serangan di Paris, Prancis 13 November lalu yang menewaskan 130 orang.
 
November lalu, dua pesawat bertujuan ke Paris, terpaksa dialihkan setelah dilaporkan mendapatkan ancaman bom dari pihak yang tidak dikenal.
 
Ancaman pertama diterima oleh pesawat Air France dengan nomor penerbangan 065 yang membawa lebih dari 497 penumpang. Pesawat yang akan lepas landas dari Los Angeles  itu dialihkan ke Salt Lake City.
 
Sementara ancaman lain diterima oleh pesawat Air France dengan nomor penerbangan 055. Pesawat dengan rute Washington ke Paris ini akhir dialihkan ke Nova Scotia, dengan 28 penumpang di dalamnya.
 
Beberapa hari kemudian, seorang penumpang terpaksa diturunkan dari pesawat, setelah seorang wanita mengaku melihat salah satu dari penumpang menerima pesan teks dengan kata 'dinamit' dan kode untuk bandara lain. Penumpang ini mengaku membaca pesan teks bertuliskan 'BLR Dynamite' dan tampaknya mengacu ke bandara Bengaluru, India.
 
Penumpang  tersebut khawatir ketika seorang pria menelepon beberapa kali menggunakan bahasa lain dan terlihat mencurigakan.
 
Semua penumpang turun dari pesawat dan seorang wanita bersama tiga pria ditahan untuk pemeriksaan. Dalam pemeriksaan tersebut, petugas Polisi Otoritas Transportasi tidak menemukan jejak pesan teks di telepon tersangka.



(FJR)