Gerindra Jatim Ajukan Gugatan Pilkada Situbondo ke MK

Amaluddin    •    17 Desember 2015 18:47 WIB
pilkada serentak
Gerindra Jatim Ajukan Gugatan Pilkada Situbondo ke MK
Ketua bidang Organisasi Keanggotaan dan Kader (OKK) DPD Partai Gerindra Jatim, Muhammad Fawait. (Metrotvnews.com/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur akan mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Pilkada Kabupaten Situbondo ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Ketua bidang Organisasi Keanggotaan dan Kader (OKK) DPD Partai Gerindra Jatim, Muhammad Fawait, mengatakan menemukan 21 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) fiktif di Pilkada Kabupaten Situbondo. Temuan itu ditemukan oleh Partai Gerindra dan PPP selaku pengusung pasangan calon nomor urut dua, Abdul Hamid Wahid dan Fadil Muzakki Syah.

"DPT fiktif itu diketahui dari Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP pemilih ternyata bukan warga asal Situbondo. Bahkan berasal dari luar Provinsi Jatim seperti Aceh dan lainnya," kata Gus Fawait, sapaan akrabnya, di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (17/12/2015).

Saat ini, Gus Fawait mengaku sudah melaporkan Panwaslu Kabupaten Situbondo tembusan KPU setempat. Panwaslu kemudian merekomendasikan kepada KPU agar dilakukan verifikasi ulang DPT. 

"Tapi hingga saat ini KPU tidak juga melakukan verifikasi. Makanya kami akan mengajukan gugatan PHP ke MK," tegasnya. 

Perolehan suara pasangan nomor urut 3 Dadang Wigiarto-Yoyok Mulyadi mendapat sekitar 194 ribu suara atau 52,23 persen. Sedangkan paslon nomor urut 2 Abdul Hamid Wahid-Fadil Muzakki Syah sekitar 159 ribu suara atau 42,67 persen, dan paslon nomor urut 1, R. Abdullah Faqih Ghufron dan H Untung sekitar 19 ribu suara atau 5,10 persen.

Dikonfirmasi terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim mengakui menemukan pemilih ganda di Pilkada Kabupaten Situbondo. Menurut Bawaslu, temuan itu diketahui terjadi di TPS 19 dan TPS 20 di Desa Wringinanom, dimana seorang ibu rumah tangga ketahuan menggunakan surat undangan C6 bukan miliknya untuk mencoblos di dua TPS sekaligus.

"Tindaklanjut dari temuan itu, Panwaslu Situbondo sudah melimpahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum," kata salah satu komisioner Bawaslu Jatim, Sri Sugeng Pujiatmiko.

Menurut dia, hasil temuan pelanggaran tersebut bisa dijadikan bukti untuk pengajuan gugatan PHP ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau terbukti, sanksinya tentu bisa berakibat didiskualifikasi dan pemilihan ulang. Tapi kami berharap pilkada serentak di Jatim tak sampai berakhir di MK," pungkasnya.


(MEL)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

23 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /