Jubir Kemenhub: Kita Giring Agar Orang Tahu Ojek Online Tak Sesuai Aturan

Wanda Indana    •    18 Desember 2015 11:49 WIB
ojek online
Jubir Kemenhub: Kita Giring Agar Orang Tahu Ojek Online Tak Sesuai Aturan
Ilustrasi ojek online. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata mengungkapkan ojek online tak langsung dilarang. Apalagi publik masih membutuhkan. 

"Silakan dipakai dulu. Tapi diingatkan, tidak memenuhi syarat sebagai angkutan umum," kata Barata di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (18/12/2015). 

Eksekusi larangan, kata dia, merupakan kewenangan polisi. Kemenhub menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian. Termasuk soal sosialisasi. 

Lebih jauh Barata mengakui ojek online bisa menjadi kendaraan alternatif. Apalagi transportasi massa di Indonesia masih jauh dari ideal. "Kalau memang transportasi di Indonesia belum dianggap layak, ya silakan pakai ojek online," ucapnya.   

Pemerintah hanya mengingatkan bahwa ojek online beroperasi tidak sesuai aturan. Publik, kata Barata, harus tahu itu. "Kita giring orang supaya tahu usaha tersebut tidak memenuhi peraturan yg berlaku," ungkapnya.

Syarat yang mesti dipenuhi oleh ojek online adalah berbadan hukum dan bayar pajak; standar keselamatan diuji secara berkala; dilengkapi pelat nomor kuning; dan adanya asuransi untuk pengguna. 


(KRI)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

18 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /