BI Buka Ruang Pelonggaran Moneter di Tahun Depan

Eko Nordiansyah    •    18 Desember 2015 15:09 WIB
bank indonesiabi rate
BI Buka Ruang Pelonggaran Moneter di Tahun Depan
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) masih membuka ruang pelonggaran moneter setelah kenaikan Fed Fund Rate oleh The Fed. Ruang itu tetap ada meski pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI sebelumnya tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 7,50 persen.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI akan terus memantau kondisi global pasca kenaikan Fed Fund Rate dalam jangka pendek. Khususnya, memperhatikan bagaimana reaksi pasar terhadap kenaikan Fed Fund Rate tersebut.

"Kalau kenaikan Fed Fund Rate itu sudah diantisipasi di perumusan kebijakan suku bunga kita tahun depan," ujar Perry, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (18/12/2015).

Sejauh ini, kata Perry, reaksi pasar global terhadap kenaikan Fed Fund Rate masih sangat baik. Pasalnya, pasar telah mengantisipasi kenaikan Fed Fund Rate dan menilai bahwa kenaikan suku bunga AS tersebut masih akan naik secara bertahap.

Dirinya menambahkan, dalam RDG Bulanan kemarin BI masih merasa terlalu pendek dalam merespons kenaikan suku bunga The Fed. Namun demikian, ke depannya BI akan terus memperhatikan kondisi pasar global sebelum melakukan pelonggaran moneter.

"Kemarin waktu RDG, Fed Fund Rate naik ini masih terlalu pendek. Kalau lihat reaksi pasar tapi reaksi pasarnya Alhamduliilah kita akan pantau bulan depan, ke depannya seperti apa, konteksnya bagaimana," pungkas dia.


(ABD)