TNI Amankan Kapal Diduga Merompak 2.900 Ton Minyak

Batur Parisi    •    19 Desember 2015 07:39 WIB
perompakan
TNI Amankan Kapal Diduga Merompak 2.900 Ton Minyak
Kapal tanker MT Hartadika 2 yang diamankan Lanal Banten. Foto: Metrotvnews.com/Batur

Metrotvnews.com, Cilegon: TNI AL Banten berhasil mengamankan kapal tanker MT Hartadika 2 yang diduga membawa hasil rompakan sebanyak 2.900 ton minyak mentah jenis Light Crude Oil (LCO) di perairan Grenyang, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Banten.

"Kami mencurigai kapal ini memuat minyak mentah 2.900 ton yang berasal dari kapal MT Joaquim," kata Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Banten, Kolonel Laut (P) Judijanto, Jumat (18/12/2015) malam.

Sebelum menangkap Kapal Hartadika 2, tim Lanal Banten merapat ke kapal tanker MT Patriajaya 1 di tengah laut. Tim mencurigai kapal ini karena memiliki riwayat sebagai salah satu kapal yang menadah minyak dari kapal MT Joaquim. Namun, tidak terbukti. "Kapal MT Patriajaya 1 hanya melakukan sandar," ujar Judijanto.

Yang membuat tim Lanal Banten curiga, Kapal MT Patriajaya 1 melakukan lego jangkar tak jauh dari posisi kapal MT Kharisma 9 yang diketahui memiliki riwayat merompak. Tim kemudian menelusuri jurnal pelayaran kapal MT Kharisma 9 dan tercatat ada nama kapal MT Hartadika 2.

Tim yang menggunakan Kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Badak kemudian mengejar kapal MT Hartadika 2 hingga ke perairan Grenyang, Kecamatan Puloampel. Di sana tim menemukan kapal itu dan memeriksa empat anak buah kapal (ABK).

Keempatnya ABK itu kaget dengan kedatangan personel TNI AL yang dibekali persenjataan lengkap. Saat diperiksa, ABK tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen dan jurnal perjalanan. "Demi penyelidikan lebih lanjut, kami amankan kapal ini," kata Judijanto.

Penangkapan Kapal MT Hartadika 2 merupakan lanjutan dari kasus penangkapan kapal Kharisma 9 yang diduga merompak kapal MT Joaquim pada 8 Agustus di perairan utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kapal MT Joaquim adalah kapal berbendera Singapura yang diawaki delapan ABK. Kapal ini membawa total muatan 3.500 ton minyak mentah 

Dalam aksi perompakannya, seluruh ABK diikat dan dimasukkan ke dalam satu ruangan kontrol. Setelah itu, perompak berhasil menyedot 2.900 ton minyak selama enam jam. Mereka mengecat kaca jendela ruangan dengan cat hitam sebelum menyedot minyak. Sebelum meninggalkan kapal, para perompak sempat merusak mesin agar tak bisa berjalan. Kapal perompak meninggalkan MT Joaquim dalam posisi lego jangkar. 

Belakangan, Armada RI Kawasan Barat (Armabar) menyatakan perompakan kapal MT Joaquim di Selat Malaka disimpulkan sementara sebagai sebuah rekayasa untuk tujuan tertentu. Karena setelah ditelusuri, kapal MT Joaquim tak dilengkapi dokumen resmi.

"Penyelidikan masih berjalan, tapi simpulan sementara perompakan ini direkayasa untuk menghindari pajak atau ingin mencari keuntungan asuransi karena kapal dirusak," kata Panglima Armabar, Laksma A Taufiqoerrahman, seperti dilansir Antara, Minggu, 16 Agustus.



(UWA)


Video /