Ekonomi Membaik, Apindo Minta BI Rate Turun Jadi 7%

Husen Miftahudin    •    20 Desember 2015 07:57 WIB
bi rate
Ekonomi Membaik, Apindo Minta BI Rate Turun Jadi 7%
Ketua Umum Apindo Hariyadi B. Sukamdani (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, percepatan belanja pemerintah telah mendorong perekonomian dalam negeri. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi membaik yang terasa pada kuartal III-2015 dengan pertumbuhan meningkat menjadi 4,71 persen dari 4,67 persen secara kuartal.

Ketua Apindo Haryadi Sukamdani mengatakan, kebijakan pemerintah untuk mendorong tumbuhnya perekonomian akan terasa mulai dari kuartal III-2015 hingga tahun depan. Namun demikian, ia meminta agar Bank Indonesia (BI) juga mendorong perekonomian dengan menurunkan suku bunga acuannya (BI Rate) menjadi tujuh persen.

"Harus berani langsung tujuh persen. Kalau turun sedikit tidak terasa, tak kelihatan percaya dirinya. Ini kan bertahan di 7,5 persen sudah lama. Jadi harus berani (turun)," ujar Haryadi, dalam pesan elektronik yang diterima Metrotvnews.com, di Jakarta, Minggu (20/12/2015).

Kendati demikian, permintaan penurunan BI Rate itu jangan langsung dilakukan bulan ini. Penahanan BI Rate di level 7,5 persen memang harus dilakukan karena saat ini perekonomian dalam negeri masih dalam tahap penyesuaian melihat suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate) yang telah dinaikkan menjadi 0,50 persen.

Tapi yang pasti, BI Rate harus diturunkan, selambatnya Januari tahun depan. Karena menurut Haryadi, BI Rate yang tetap dipertahankan meski perekonomian nasional membaik tidak merefleksikan fundamental ekonomi Indonesia. Terlebih gerak inflasi cenderung turun ke level lima persen.

"Jadi indikator dari inflasi turun, dari segi neraca perdagangan defisitnya turun. Memang masih ada masalah di employment (tenaga kerja), tetapi di Indonesia tidak seperti di Amerika Serikat. Kalau di Indonesia inflasi dan neraca itu yang paling penting. Sekarang pertumbuhan ekonomi juga rebound. Jadi BI harus percaya diri (menurunkan BI Rate)," tegasnya.

Ia menambahkan, awal depan BI harus berani mengambil langkah untuk menurunkan BI Rate. Ia meminta agar BI tidak tersandera dengan manuver The Fed.

"Sekarang ditahan (BI Rate-nya) tidak apa-apa, tapi awal tahun depan harus ada langkah-langkah berani. Kalau kita lihat indikasi investasi, itu masih naik 16 persen. Jadi indikator yang ada cukup pede (percaya diri) kalau kita menurunkan BI Rate. Dan Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan juga cukup solid," pungkas Haryadi.


(ABD)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /