Ratusan Bonek Dipulangkan, Polisi Sebut tak Ada Senjata Tajam

Pythag Kurniati, Muhammad Khoirur Rosyid    •    20 Desember 2015 08:44 WIB
piala jenderal sudirman
Ratusan Bonek Dipulangkan, Polisi Sebut tak Ada Senjata Tajam
Bonek Mania saat tiba di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, Minggu (20/12/2015). (Metrotvnews.com/MK Rosyid)

Metrotvnews.com, Surabaya: Ratusan Bonek Mania pendukung Surabaya United dijemput anggota Polrestabes Surabaya dari Mapolres Sragen, Jawa Tengah. Iring-iringan truk pengangkut Bonek tiba di Mapolrestabes Surabaya pada Minggu dini hari 20 Desember 2015. Polisi menyebut tak ada Bonek yang membawa senjata tajam.

Total Bonek Mania yang diamankan sebanyak 388 orang. Mereka dijemput  dari Sragen menggunakan 18 unit truk. Bonek Mania ini diamankan oleh aparat Polres Sragen setelah terjadi tawuran dengan Aremania yang menewaskan satu orang.

Kabag Operasional Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, para pendukung ini bukan ditangkap. Tapi, didata kemudian dipulangkan ke rumahnya. "Mereka kami data sesuai alamat domisilinya," katanya.

Raydian mengatakan, dari 388 Bonek Mania, 188 di antaranya berasal dari luar Surabaya. Yakni Bonek Mania asal Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Pasuruan. Mereka ikut bergabung dengan Bonek Mania dan berangkat ke Stadion Maguwuharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk menonton pertandingan Surabaya United melawan Arema Malang.

"Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan supporter yang membawa senjata tajam. Hanya baju dan dompet berisi uang pribadi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Polisi Yan Fitri Halimansyah menambahkan, tujuan pendataan dan diantarkan sampai ke rumah untuk mengantisipasi adanya tawuran ulang. Jika sewaktu-waktu terjadi tawuran antarpendukung, lanjut Yan Fitri, polisi tinggal melakukan pemanggilan.

Penjemputan Bonek Mania menyusul bentrokan dengan Aremania. Bentrok terjadi pada Sabtu 19 Desember 2015 dini hari, di dua tempat di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Dua orang tewas. Yakni, Eko Prasetyo, warga Sebaluh, Pandesari, Pujon, Kabupaten Malang, dan Slamet Puji Wahono warga Pogajeh, Kecamatan Selorejo, Blitar.

Kapolres Sragen, AKBP Ari Wibowo mengaku kejadian ini menjadi evaluasi bagi aparat terkait konsep pengamanan. “Ini merupakan pelajaran bagi kita. Selanjutnya kita akan jalin komunikasi terus-menerus dengan kepolisian Jawa Timur. Selanjutnya, jika ada peserta dari Jawa Timur akan kami monitor dan kawal, pukul berapa pun itu,” paparnya.


(SAN)

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di <i>Matchday</i> 5? Ini Hitung-hitunganya!
Liga Champions 2017--2018

Siapa Lolos, Siapa Tersingkir di Matchday 5? Ini Hitung-hitunganya!

1 hour Ago

Sebanyak 12 tim berpeluang mengikuti jejak empat tim yang sebelumnya sudah lebih dulu lolos ke …

BERITA LAINNYA
Video /