Lebih Baik Disvestasi Freeport tak Dilakukan hingga 2021

Arif Wicaksono    •    20 Desember 2015 12:31 WIB
freeport
Lebih Baik Disvestasi Freeport tak Dilakukan hingga 2021
illustrasi. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyurati Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk pembelian saham Freeport. Hal ini sebagai bentuk usaha pemerintah mempercepat proses disvestasi sebelum masa habisnya kontrak Freeport pada 2021.

Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean mengatakan ada beberapa hal yang harus jadi dasar pengambilan keputusan.

Yang pertama adalah nilai divestasi yang belum jelas dan yang kedua model divestasi tidak boleh melalui IPO karena harus langsung ke pemerintah dan pemerintah menugaskan BUMN tertentu untuk mengambil divestasi.

Dia pun menyarankan agar disvestasi ditunda karena lebih baik menunggu pasca 2021 ketimbang memaksakan membelinya saat sekarang.

"Jika memang Freeport dihentikan pasca 2021, saya usulkan divestasi tidak perlu saat ini, untuk apa kita membeli yang memang aset punya kita? Kita tunggu saja pasca 2021, kita bisa miliki itu dengan gratis," kata dia kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Minggu (20/12/2015).

Dia menambahkan jika Freeport meminta perpanjangan maka sebaiknya dilakukan joint venture dengan membuat Freeport menyerahkan saham secara gratis sebesar 30 persen.

"Belum tentu nanti dividen dibagikan oleh perusahaan padahal kita keluarkan uang besar untuk divestasi. Maka itu perlu kajian mendalam.dan pemikiran yang jauh ke depan supaya kita tidak rugi," pungkas dia.

 


(SAW)

Video /