Penangkapan Teroris, Wagub: Waspadai Kawasan Padat Penduduk

Amaluddin    •    21 Desember 2015 10:41 WIB
teroris
Penangkapan Teroris, Wagub: Waspadai Kawasan Padat Penduduk
Foto: Rumah terapi di Mojokerto, Jawa Timur yang digerebek Densus 88 ramai dikunjungi warga/MTVN_Nurul Hidayat

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mendukung tugas tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri yang menangkap enam orang terduga teroris di rumah terapi Mojokerto, Jawa Timur. Gus Ipul, demikian ia kerap diasapa, menilai penangkapan ini menjadi bukti bahwa aksi teroris dirancang di kawasan padat penduduk.

"Kita sangat mengapresiasi Densus 88 yang telah menangkap orang yang diduga teroris. Tindakan yang akan mengganggu ketenangan pasti akan ketahuan, cepat atau pun lambat. Apalagi yang berhubungan dengan teroris," kata Saifullah Yusuf, saat dihubungi wartawan, Minggu (20/12/2015).

Seperti yang ramai diberitakan, setelah melakukan penggerebekan terhadap terduga teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah, Densus 88 kembali menggerebek dua rumah di Jalan Empunala dan juga di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, yang diduga menjadi sarang teroris.

Penggerebekan pertama dilakukan di Jalan Empunala No 78, Balongcok, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dari informasi yang dihimpun, rumah tersebut dihuni IW bersama istri dan dua anaknya yang masih balita.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas membawa beberapa orang dengan cara menutup kepala terduga dan membawa menggunakan mobil. Tidak hanya orang dewasa, dalam penggerebekan yang berlangsung singkat itu, petugas juga membawa balita dan juga perempuan.

Sementara penggerebekan di Trowulan, merupakan rangkaian penggerebekan yang dilakukan sebelumnya di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Di Trowulan dihuni oleh CA, warga Semarang, Jawa Tengah, yang bekerja sebagai akupuntur.

Menanggapi hal ini, Gus Ipul mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap aksi teroris di lingkungan sekitar. "Masyarakat perlu terus waspada, utamanya mencermati sekitar tempat tinggalnya. Penggerebekan yang dilakukan di daerah padat penduduk di Mojokerto ini menjadi bukti bahwa semua aksi teror dirancang di rumah-rumah yang padat penduduknya," ujar dia.

"Kita perlu menggerakkan RT dan RW atau unsur pemerintahan tingkat bawah beserta TNI dan Polri untuk mewaspadai keanehan-keanehan di sekitar kita," pungkasnya.


(TTD)

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

Timnas Indonesia U-16 Siap Lawan Laos di Laga ke-4 Grup G

10 hours Ago

Timnas U-16 hanya membutuhkan hasil seri di laga terakhir penyisihan Grup G saat menghadapi Lao…

BERITA LAINNYA
Video /