Disebut Lalai, Kapolres Serang dan Ajudannya Kena Sanksi Disiplin

Batur Parisi    •    21 Desember 2015 15:48 WIB
senjata api
Disebut Lalai, Kapolres Serang dan Ajudannya Kena Sanksi Disiplin
Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar. (MI/Panca Syurkani)

Metrotvnews.com, Serang: Kapolda Banten, Brigjen Pol Boy Rafli Amar akui senjata jenis glock yang digunakan untuk menembak anggota Polres Cilegon bernama Brigadir Iip Saihemi, murni kelalaian.

"Kelalaian petugas (polisi). Mungkin tidak terbiasa memegang senjata, lalu mengamankan senjata tidak biasa." kata Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Kota Serang Banten, Senin (21/12/2015).

Boy menyebut senjata jenis glock memiliki peluru yang sensitif. Karenanya, meski digunakan saat bergurau senjata tersebut bisa dengan mudah menembakan peluru.

"Senjata glock dengan revolver berbeda. Pelurunya juga sensitif," jelasnya.

Jendral bintang satu itu juga menyebutkan bahwa senjata yang digunakan adalah milik Kapolres Serang, AKBP Nunung Syaifuddin yang dipegang ajudannya, Briptu Sutarjo Hutomo.

"Waktu itu kan disimpan di mobilnya, punya Kapolres (Serang). Cara memperlakukannya tidak benar. Nanti kena sidang disiplin," tegas Kapolda Banten.

Sebelumnya diwartakan, ajudan kapolres Cilegon, Brigadir Iip Saihemi anggota kepolisan Polres Cilegon, tertembak pada paha kanannya oleh Ajudan Kapolres Serang Briptu Sutarjo Hutomo.

Peristiwa berawal saat kedua ajudan tengah bercanda menggunakan senjata api saat menunggu para Kapolres rapat gelar operasi persiapan Natal dan Tahun Baru 2016 di Markas Polda Banten. Tanpa maksud menembak, Brigadir Sutarjo mengokang senjatanya yang saat itu mengarah ke paha kanan Brigadir Iip Saihemi.


(MEL)

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG
Liga Champions 2017--2018

Ronaldo: Real Madrid Tidak Takut PSG

1 day Ago

Cristiano Ronaldo menegaskan dia dan rekan setimnya tidak takut jika harus berhadapan dengan Pa…

BERITA LAINNYA
Video /