Harga Meroket, Publik Ingin Menteri Bidang Ekonomi Dirombak

Misbahol Munir    •    21 Desember 2015 20:44 WIB
kabinet kerja
Harga Meroket, Publik Ingin Menteri Bidang Ekonomi Dirombak
Jokowi-JK,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil survei Political Communication Institute (Polcomm Institute), Minggu 20 Desember, menunjukkan publik menginginkan adanya perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK.  Peneliti Polcomm Institute Afdal Makkuraga Putra mengatakan, alasan publik menginginkan reshuffle karena bidang ekonomi tidak mengalami perbaikan sama sekali. 

"Publik melihat selama ini tidak ada perbaikan di sektor ekonomi. Harga-harga bahan pokok terutama kebutuhan dasar masyarakat terus mengalami kenaikan," jelas Afdal saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (21/20/2015). 

Padahal, kata dia, harga minyak dunia mengalami  penurunan. Sementara di Indonesia harga bahan bakar minyak (BBM) tak mengalami perubahan. Akibatnya berdampak pada meroketnya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat. 

"Penurunan harga minyak dunia seharusnya jadi trigger bagi Pemerintahan Jokowi-JK. Kalau ini dilakukan, biaya transport, pengiriman akan lebih murah. Sehingga harga-harga kebutuhan pokok akan mengalami penurunan. Tapi ini tidak pernah terjadi," tegas Ifdal. 

Bagi dia, sektor ekonomi sangat penting. Bila ekonomi mengalami perbaikan, publik tidak akan bergejolak. "Intinya kalau ekonomi baik, pasti masyarakat tidak akan ada masalah," lanjut dia. 

Sebelumnya, hasil data survei Polcomm Institute, sebanyak 61,8 persen responden menyatakan Jokowi perlu melakukan reshuffle. Hanya sebesar 19,5 persen responden yang merasa tidak perlu. Sebanyak 18,5 persen responden tidak menjawab.

Perihal waktu yang tepat melaksanakan reshuffle, sebanyak 33,7 persen meminta dilakukan pada awal 2016. Sementara, 31,4 persen menyatakan pada akhir 2016, dan 34,9 persen tidak tahu.

Dalam penelitian ini, Polcomm Institute melakukan wawancara terhadap 1.200 responden, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan pada 20-26 November 2015. Metode penelitian tersebut menggunakan multistage random sampling, dengan margin of error sebesar 3,1 persen.


(MBM)

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo
Jelang Napoli vs Shakhtar Donetsk

Pelatih Napoli Sejajarkan Insigne dengan Messi, Neymar dan Ronaldo

6 hours Ago

Napoli dijadwalkan bentrok kontra Donetsk untuk memainkan matchday kelima Liga Champions 2017--…

BERITA LAINNYA
Video /