Ini Sektor Saham yang Bisa Dipilih Investor di 2016

Dian Ihsan Siregar    •    22 Desember 2015 06:21 WIB
saham
Ini Sektor Saham yang Bisa Dipilih Investor di 2016
lustrasi -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: Credit Suisse memprediksi perekonomian akan membaik di 2016. Akibatnya, pergerakan IHSG akan tumbuh 20 persen mengarah ke level 5.300 di 2016. Lalu sektor saham apa saja  yang bisa dipilih di 2016?

Head of Equity Research Credit Suisse untuk Indonesia Jahanzeb Naseer menguraikan, ada sektor otomotif, properti, telekomunikasi, kebutuhan bahan pokok dan sektor konstruksi.

Sektor otomotif sepanjang 2015 merupakan tahun yang cukup berat dalam hal volume penjualan kendaraan roda 4, dengan penurunan penjualan mendekati 20 persen. Kabar baiknya, kata Naseer, masa terburuk telah terlewati dan potensi ke depan akan mengalami pemulihan. Tanda-tanda pemulihan adalah munculnya model-model baru mobil dan peningkatan ekonomi. Volume penjualan sudah mulai stabil di rata-rata 80-90 ribu unit per bulan, sementara dari segi peluncuran mulai membaik.

"Credit Suisse memprediksi 10 persen pertumbuhan pada 2016 yang disebabkan oleh peluncuran model baru, pembiayaan yang lebih ringan serta pemulihan ekonomi," katanya, ditemui di Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Fokus pertumbuhan pemerintah sebagian besar berasal dari belanja negara untuk infrastruktur akan mendorong sektor ini.Namun, sektor konstruksi tidak murah, karena pemasukan melihat ke belakang sementara pembukuan order dan valuasi melihat ke depan. Pemicu pertumbuhan sektor tersebut dapat berupa momentum pengeluaran untuk proyek baru dan penawaran lainnya yang terus berlanjut.

Sektor telekomunikasi, konsumsi data terbukti lebih kuat dibandingkan industri pokok lainnya selama masa yang tidak stabil ini.

"Kami menyukai sektor ini untuk pertama kalinya dalam hampir lima tahun karena kami melihat mulainya pertumbuhan harga jual rata-rata, yang disebabkan oleh berkurangnya diskon data. Dengan adanya konsolidasi industri dan akhir dari siklus belanja modal 3G, hal ini dapat berujung pada peningkatan cash flow," terangnya.

Sementara itu, sektor industri bahan pokok akan menjadi yang paling diminati. Apabila perlambatan ekonomi berlanjut, sektor ini lebih stabil. Pembelanjaan infrastruktur dan suku bunga rendah di akhir tahun akan lebih menguntungkan industri bahan pokok ini dibandingkan dengan industri ritel.

Dia menambahkan sektor properti akan diuntungkan dengan kebijakan baru yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, termasuk regulasi loan-to-values ratio yang lebih mudah dan persyaratan KPR yang lebih mudah dari bank.

"Pada dasarnya, kami percaya bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya di Indonesia dan sektor properti adalah yang paling sensitif dalam hal suku bunga," tukas Naseer.


(SAW)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

21 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /