Bermain Voli di Kawat Berduri, Bentuk Protes Imigran Eropa

Willy Haryono    •    22 Desember 2015 13:50 WIB
imigran gelap
Bermain Voli di Kawat Berduri, Bentuk Protes Imigran Eropa
Warga lokal dan imigran asal Timur Tengah bermain voli di perbatasan Kroasia-Slovenia sebagai bentuk protes terhadap kebijakan menghalau gelombang imigran. (Foto: Metro.co.uk/Getty Images)

Metrotvnews.com, Pula: Warga setempat dan pengungsi di kota Pula, Kroasia, menunjukkan kekesalan mereka atas berdirinya kawat berduri di perbatasan Slovenia dengan bermain voli di atasnya.

Slovenia adalah salah satu dari sejumlah negara Eropa yang mendirikan kawat berduri dan menerapkan kontrol perbatasan dalam upaya menangkal masuknya gelombang pengungsi terbesar dari Timur Tengah terbesar sejak berakhirnya Perang Dunia II. 

Kebijakan sejumlah negara Eropa ini banyak ditentang, termasuk dari warga kota di perbatasan Kroasia-Slovenia. Sebagai bentuk protes, penduduk setempat bermain voli dengan melibatkan atlet olimpiade Kroasia dan Slovenia, pemain profesional dan tokoh masyarakat dengan menggunakan kawat berduri sebagai jaring.

"Kami mengutuk pembuatan pagar kabel berduri di sepanjang Eropa, itu adalah tindakan yang mencegah kita dari hidup dalam harmoni, hidup berdampingan secara damai dan toleransi," kata direktur budaya Pula Nina Kamber yang dikutip Metro.co.uk, Senin (21/12/2015).

"Tujuan kami adalah menunjukkan bahwa semua konflik dapat diselesaikan dengan kerja sama, kreativitas dan, seperti yang anda lihat hari ini, olahraga," sambung dia.

Pertandingan berlangsung di dua tempat yang berbeda: Lucija-Brezovica dan penyeberangan Dragonja-Kaštel.

Beberapa pengunjuk rasa mencoba menghancurkan dan merusak pagar berduri. Menurut laporan Mashabel, satu orang hampir ditangkap otoritas setempat saat sedang beraksi. (Nabila Gita)


(WIL)

Milan Resmi Pinjamkan Bacca ke Villarreal
Bursa Transfer Pemain

Milan Resmi Pinjamkan Bacca ke Villarreal

48 minutes Ago

Dalam kesepakatan transfer itu, Bacca dipinjamkan selama semusim penuh. Villarreal menebus 2,5 …

BERITA LAINNYA
Video /