Kekerasan Anak Meningkat, Komnas Anak Minta Perppu Kebiri Disahkan

Anindya Legia Putri    •    22 Desember 2015 14:24 WIB
kejahatan sekskeluarga
Kekerasan Anak Meningkat, Komnas Anak Minta Perppu Kebiri Disahkan
Arist Merdeka Sirait. (Foto:MI/Atet Dwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mencatat, tahun ini tingkat kekerasan pada anak meningkat 22 persen dari tahun 2014. Mengacu pada hal tersebut, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menegaskan jika Indonesia masuk dalam posisi darurat kekerasan terhadap anak.

Pada acara Catatan Akhir Tahun Komisi Nasional Perlindungan Anak 2015 "Memutus Mata Rantai Kejahatan Biasa Terhadap Anak", Arist menyampaikan kekecewaannya pada pemerintah karena masih menganggap tindak kekerasan pada anak sebagai kejahatan biasa.

"Berkaca pada kasus Angeline, kasus anak dalam kardus di Kalideres, dan kasus lainnya, harusnya ini masuk dalam kejahatan luar biasa yang sepantar dengan korupsi narkoba dan lainnya. Karenanya kami setuju dengan hukuman kebiri, tapi tidak setuju jika testisnya dirusak atau dipotong," tandas Arist saat ditemui di Komnas Perlindungan Anak, Selasa (22/12/2015).

Arist menegaskan, jika pemerintah tidak tegas pada kasus ini, ataupun menolak hukuman mati bagi pelaku kekerasan anak, maka diharapkan pemerintah dapat menindak dengan empat opsi yaitu, dengan kebiri testis, kebiri fisik, hukuman sosial dan tindak kejahatan luar biasa.

"Seharusnya tindak kekerasan pada anak masuk dalam extraordinary crime oleh Komisi III. Dan meminta agar Perpu Kebiri dapat segera disahkan oleh negara," papar Arist.


(LOV)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

21 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /