Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam Masuk Tahap Finalisasi

Annisa ayu artanti    •    23 Desember 2015 10:24 WIB
blok mahakam
Kontrak Kerja Sama Blok Mahakam Masuk Tahap Finalisasi
Blok Mahakam (FOTO ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan pembahasan term and condition serta draft Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok Mahakam telah selesai. Draft kontrak kerja sama ini pun sudah masuk tahap finalisasi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, sesuai janji pemerintah sebagai fasilitator maka pembahasan term and condition Blok Mahakam akan diselesaikan di akhir tahun ini dan penandatangannya akan dilakukan sebelum tahun baru.

"Insya Allah sebelum tahun baru akan tanda tangan. Tanda tangan antara SKK Migas dan Pertamina untuk kontrak bagi hasi (Production Sharing Contract/PSC) baru," kata Wirat, dalam pertemuannya dengan media, di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa 22 Desember.

Wirat menjelaskan, kontrak bagi hasil ini merupakan kontrak baru. Kontrak ini digunakan karena pemerintah tidak memperpanjang operator eksisting yakni Total dan Inpex dalam mengelola blok yang berada di Kalimantan Timur ini.

Dalam kontrak tersebut, Wirat menyebutkan, beberapa poin yang telah ditetapkan. Pertama, bonus tanda tangan (siganture bonus) sebesar USD41 juta. Kedua, split sliding scale menggunakan mekanisme revenue over cost. Ketiga, insentif berupa investment credit sebesar 17 persen. Keempat, First Tranche Petroleum sebesar 20 persen, dan term and condition lainnya dengan operator existing.

"Bonus tandatangan USD41 juta. Bonus tanda tangan paling rendah dulu USD40 juta. Semoga dengan begini bisa memacu Pertamina bisa beroperasi dengan baik," ucap dia.

Menurutnya, kondisi Blok mahakam saat ini ibarat dikaki gunung. Produksinya sudah menurun. Oleh karena itu, untuk mengurangi penurunan yang sangat tajam, dilakukannya masa transisi.

Per 1 Januari 2015, status produksi dan sisa cadangan Blok Mahakam sebagai berikut, produksi minyak dan kondensat 69,8 MBOPD, produksi gas 1,767 MMSCFD, cadangan gas total 3.874,4 BSCF, cadangan minyak 46.601,2 MSTB, dan cadangan kondensat 116.802,2 MSTB.

"Tugas Pertamina itu menjaga bagaimana penurunan produksi tidak terlalu tajam Pertamina senang kalau existing operator tetap ada di sana. Karena ini kan lapangan yang besar kompleks, banyak sumurnya sekali. Reservoar juga kompleks sekali," tambah dia.

Sebagai informasi, Pemerintah telah memutuskan Pertamina sebagai pengelola Wilayah Kerja (WK) Blok Mahakam pasca 2017. Pertamina dapat melakukan share down kepada kontraktor eksisting maksimaal 30 persen. 

Sebagai tindak lanjut 16 Desember 2015 lalu, Pertamina, Total E&P, dan juga Inpex telah menandatangani Head of Agreement (HoA). Pemerintah juga telah memberikan Participating Interest (PI) sebesar 10 persen kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur.



(ABD)

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi
Rasisme dalam Sepakbola

Suporter Bertindak Rasis, AS Roma Terancam Sanksi

14 hours Ago

Suporter AS Roma tirukan suara monyet ke arah Antonio Rudiger, bek Chelsea saat kedua tim bentr…

BERITA LAINNYA
Video /