Junta Thailand Rilis Klaim Warga 99,3% Puas dengan Pemerintah

Fajar Nugraha    •    23 Desember 2015 13:08 WIB
thailand
Junta Thailand Rilis Klaim Warga 99,3% Puas dengan Pemerintah
Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-Ocha (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Bangkok: Pihak junta militer Thailand yang menguasai pemerintahan saat ini, mengeluarkan hasil poling yang menyebutkan rakyat Thailand puas dengan pemerintahan mereka.

Merebut kekuasaan melalui kudeta pada 2014 lalu, junta militer Thailand mengadakan poling mengenai performa pemerintah mereka. Hasilnya lebih dari 99 persen rakyat Thailand diklaim senang dengan jalannya pemerintahan saat ini.

Poling ini dilakukan oleh kantor Statistik Nasional Thailand. Mereka memberikan pertanyaan terhadap 2.700 warga di seluruh Negeri Gajah Putih. Hasil poling ini dikeluarkan satu hari sebelum pemerintah mengeluarkan penilaian selama satu tahun terakhir.

Lewat sebuah kudeta pada Mei 2014, junta yang dipimpin oleh Jenderal Prayuth Chan-Ocha menumbangkan kekuasaan Yingluck Shinawatra. Segera setelah berkuasa, mereka mengekang media dan melarang segala macam bentuk pertemuan berbau politik.

Sebagai Perdana Menteri Thailand, Prayuth mencoba untuk meningkatkan moral rakyat Thailand serta menahan jurnalis, akademisi dan aktivis. Bahkan Prayuth menulis lagu berjudul "Because You Are Thailand" demi mencoba meningkatkan moral rakyat.

Tidak diketahui apakah salah satu lirik dari lagu itu ditujukan pada pelaksanaan pemilihan umum di Thailand. Militer sendiri berjanji bahwa pelaksanaan pemilu baru akan dilangsungkan pada 2017.

Sementara mengenai poling yang baru saja dikeluarkan menunjukkan, 98,9 persen responden yakin pada upaya pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Sedangkan 99,3 persen dari mereka puas dengan keseluruhan performa pemerintah.

Tetapi, lebih dari setengah responden menginginkan pemerintah berbuat lebih banyak untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok.

Pihak junta selama tidak sudi menerima kritikan dari kalangan pemerhati HAM. Mereka menuduh pihak pemerintah menerapkan aturan lese-majeste yang ketat. Aturan itu ditulis untuk melindungi reputasi monarki, dengan tujuan membungkam siapa pun yang menentangnya lewat penjara jangka panjang.

Pada awal 2015, Prayuth sebelumnya menegaskan bahwa dia memiliki kekuasaan untuk menutup kantor media. Ketika ditanya bagaimana pemerintah akan menghadapi jurnalis yang tidak melaporkan fakta, Prayuth merespons: "Kami akan mengeksekusi mereka".

Prayuth juga membela penerapan 'pengaturan sikap'. Hal ini merupakan sebuah program di mana tiap orang bisa ditahan selama beberapa jam atau beberapa hari, karena mengkritik pemerintah.

"Jika Anda membiarkan mereka (jurnalis) menyalahkan saya, rakyat dan masyarakat akan terus mendengarkan mereka. Suatu hari rakyat akan percaya akan ucapan mereka," ujar Prayut September lalu, seperti dikutip Guardian, Rabu (23/12/2015).

September lalu, Prayuth menjelaskan bahwa September lalu dua politisi diinterogasi setelah mempertanyakan cara pemerintahan Prayuth mengatasi masalah ekonomi.

Lagi-lagi Prayuth berdalih siapa pun yang mengeluarkan komentar yang bisa memicu perpecahan, akan dipertimbangkan untuk ditangani melalui penerapan 'pengaturan sikap'.


(FJR)

Hadapi PSG jadi Pembuktian Kualitas Madrid
Real Madrid 2017--2018

Hadapi PSG jadi Pembuktian Kualitas Madrid

6 minutes Ago

Paris Saint-Germain akan menjadi lawan Real Madrid pada babak 16-besar Liga Champions 2017--201…

BERITA LAINNYA
Video /